Bakorwil V Jember Harap Daerah Pantau Harga Pangan Dilapangan

Kepala Bakorwil V Jember R.Tjahjo Widodo saatrapat Singkronisasi dan Fasilitasi Penyelenggaraan Peningkatan Ketahan Pangan yang digelar oleh Bakorwil V Jember di aula gedung Bank Indonesia Jember, Kamis (16/5/2019).

Jember, Bhirawa
Bakorwil V Jember berharap pemerintah daeran dan pelaku pengendali harga di daerah untuk terus melakukan pemantauan perkembangan harga kebutuhan bahan pokok dilapangan. Jika terjadi lonjakan harga, pemerintah segera melakukan langkah kongkrit untuk menstabilkan harga.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bakorwil V Jember R.Tjahjo Widodo saat rapat Singkronisasi dan Fasilitasi Penyelenggaraan Peningkatan Ketahan Pangan yang digelar oleh Bakorwil V Jember di aula gedung Bank Indonesia Jember, Kamis (16/5/2019).
Menurut Tjahjo, pangan merupakan kebutuhan dasar yang kebutuhannya tidak dapat ditunda -tunda. Penyelesaian masalah pangan di berbagai negara menjadi perhatian khusus dalam pembangunan pertanian, dengan tujuan ketahanan yang mantap.
“Mantapnya ketahanan pangan, ditunjukkan oleh kemampuan dalam penyediaan pangan, baik yang berasal dari sumber pangan produk dalam negeri maupun import,” ujarnya pula.
Tjahjo juga menyampaikan curah hujan yang cukup tinggi yang mengakibatkan ribuan hektar lahan pertanian tergenang air dan gagal panen. Kondisi ini mengakibatkan ketersediaan pangan sedikit terganggu, sehingga dibutuhkan langkah-langkah kongkrit dalam mengatisipasi persoalan ini.
“Pemprov Jawa Timur melalui Dinas Perdagangan telah mendata semua produksi hasil pertanian dimasing-masing daerah di Jawa Timur. Jika ada daerah yang kekurangan salah satu bahan pokok, daerah lain yang memasoknya. Dengan begitu harga akan tetap stabil,” tandasnya.
Dihadapan peserta rapat utusan dari 7 Kabupaten/Kota se wilayah Bakorwil V Jember, Tjahjo berharap agar daerah terus melakukan operasi pasar dan melaporkan secara berkala harga sebelum dan sesudah dilakukan operasi pasar. ” Selain itu, juga dilakukan berbagai inovasi dan pemikiran, bagainana kedepan tidak lagi impor pangan tapi mengoptimalkan swasembada pangan,” pungkasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Dekan 1 Fakultas Pertanjan Jember Ir.R. Soedradjad M.Sc. Menurut Soedradjad, pemenuhan kebutuhan pokok utamanya beras di Indonesia surplus. ” Berdasarkan data, pemenuhan kebutuhan pokok kita utamanya beras surplus. Produksi pangan nasional dengan konsumsi masyarakat berlebih,” katanya.
Dalam kesempatan ini, Soedradjad juga membahas ketahanan pangan dari aspek pertumbuhan ekonomi. Bagaimana mendukung peningkatan hasil pertanian melalui perbaikan ekonomi. Aspek aksebilitas dan stabilitas pangan juga menjadi bahasanya. (efi)

Tags: