Bakorwil III Rakor Pantau Kesiapan Arus Lebaran di Sidoarjo

Wakil Bupati Nur Ahmad Syaifuddin membuka Rakor di Pendopo Kab Sidoarjo. [achmad suprayogi/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Persiapan para pihak terkait menghadapi arus Lebaran tahun ini, pihak Bakorwil (Badan Koordinasi Wilayah) III Malang telah menggelar rapat koordinasi di Pendopo Delta Wibawa Kab Sidoarjo, Rabu (8/5) lalu.
Prosesi Rakor dipimpin langsung Kepala Bakorwil Malang, Benny Sampir Wanto didampingi Wakil Bupati Sidoarjo, H Nur Ahmad Syaifuddin SH, dengan peserta para bupati dan wali kota yang masuk dalam Bakorwil Malang, diantaranya Kab Sidoarjo, Surabaya, Kabupaten dan Kota Pasuruan, Kabupaten dan Kota Blitar serta Malang Raya. Juga diundang pihak Pertamina wilayah Jatim, Polda Jatim, serta Dinas Perhubungan dan Dinas Perdagangan Propinsi Jatim.
Kepala Bakorwil Malang, Benny Sampir Wanto menyampaikan, Rakor digelar untuk mengetahui kesiapan pihak-pihak terkait menghadapi Lebaran tahun ini. Mulai dari Pertamina dalam hal penyiapan BBM, Polda Jatim dengan kesiapan pengamanannya dan Dinas Perhubungan Jatim dengan kesiapan moda transportasi pengangkut pemudik.
”Kami ingin ketika Hari Raya berjalan lancar, maka nanti dicek bagaimana kesiapan Pertamina, Dinas Perhubungan, bagaimana teman-teman keamanan dari Polda Jatim,” ucapnya.
Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin menegaskan, Pemkab Sidoarjo telah menyiapkan angkutan Lebaran gratis. Tujuannya meliputi tujuh kota dan kabupaten di Jatim, diantaranya Banyuwangi empat bus, ke Jember empat bus, Bojonegoro satu bus, Blitar satu bus, ke Ponorogo sembilan bus, Magetan Sembilan bus dan ke Trenggalek tujuh bus.
”Warga yang ingin mengikuti mudik bareng gratis ini, hanya menyerahkan fotokopi KK dan KTP saja. Hal semacam ini rutin menjadi program Pemkab Sidoarjo. Ploting anggaran telah disiapkan,” jelas Nur Ahmad Syaifuddin.
Sedangkan, Lutfi dari Pertamina mengatakan, persiapan stok BBM menjelang dan pasca Lebaran selalu dilakukan pihak Pertamina. Koordinasi dengan pihak Kepolisian terkait pengamanan obyek vital Pertamina juga dilakukan.
Sementara itu, AKBP Agni dari Polda Jatim menjelaskan, pengamanan mudik Lebaran dipengaruhi situasi politik saat ini. Polda Jatim akan menggelar operasi ketupat selama 12 hari. 10 ribu lebih anggota kepolisian akan dilibatkan dalam pengamanan Lebaran. Akan didirikan pos pelayanan dan pos pengamanan.
Untuk Pos pelayanan diperuntukkan bagi pemudik. Sedangkan pos pengamanan untuk mengantisipasi gangguan kriminal yang terjadi. Ada 225 pos pengamanaan yang tersebar. Sedangkan pos pelayanan sebanyak 51 pos. Masjid, terminal, pelabuhan, bandara, stasiun, tempat perbelanjaan maupun lokasi wisata menjadi objek yang menjadi titik lokasi pengamanan. ”Polda Jatim sangat siap mengamankan Lebaran,” ucapnya.
Kepala Bidang Moda Transportasi Dishub Jatim, Arjani Hia Putra mengatakan, Propinsi Jatim siap menyelenggarakan angkutan Lebaran gratis. Ada beberapa moda transportasi yang dapat dipilih pemudik. Diantaranya moda laut yang dimulai H-15 Lebaran atau tanggal 21 Mei sampai dengan H+15 tanggal 21 Juni. Untuk moda kereta api dimulai H-10 sampai H+10 atau tanggal 26 Mei sampai 19 Juni. Sedangkan moda jalan dan udara dimulai H-7 dan H+7 atau 29 Mei sampai 13 Juni.
Ketersedian armada angkutan Lebaran sudah disiapkan. Untuk bus akan disiapkan sebanyak 5.901 bus dengan kapasitas pengangkutan perhari sebanyak 324.555 orang. Sedangkan pada moda kereta api ada 739 train sheat, moda penyebarangan ada 52 kapal, udara 469 penerbangan dan moda laut disediakan 51 kapal. ”Jumlah yang ada ini mencukupi,” ujarnya. [ach]

Tags: