Badan Layanan Pajak Sidoarjo Sebar 808.358 Surat Tagihan Senilai Rp227 M

Petugas dari BPPD Kab Sidoarjo, saat menyerahkan SPPT PBB tahun 2019, pada perangkat desa Tanjungsari Kec Taman. [alikus/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Total sebanyak 808.358 surat tagihan pajak atau SPPT (surat perintah pajak terhutang) dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), sudah disebar oleh Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Pemkab Sidoarjo, pada awal-awal Bulan Pebruari 2019.
Gerak cepat tersebut, menurut Kepala Bidang Pengembangan dan Pendataan BPPD Kab Sidoarjo, Heru Edy Susanto SSTP MM, agar target pencapaian PBB di tahun 2019 ini sebesar Rp227 miliar, bisa segera dicapai.
Heru memberikan perincian, untuk SPPT buku 1 ada sebanyak 767.549 lembar. SPPT buku 2 sebanyak 29.613 lembar. SPPT buku 3 sebanyak 76.194 lembar. SPPT buku 4 sebanyak 17.175 lembar dan SPPT buku 5 sebanyak 1.860 lembar.
Untuk pendistribusian SPPT ini, menurut Heru, banyak ke wilayah Kecamatan seperti Kec Waru dan Kec Taman. Karena wilayah disana termasuk banyak jumlah obyek pajaknya.
Sementara pendistribusian jumlah SPPT PBB yang terbilang sedikit diantaranya ke wilayah Kec Jabon, Kec Krembung dan Kec Tarik.
Dalam buku 1 nilai ketetapan PPB, yang harus dibayar, kata Heru, adalah dibawah Rp500 ribu.
Ketetapan buku 2 Rp500 ribu sampai Rp2 juta. Ketetapan buku 3 Rp2 juta sampai Rp5 juta. Ketetapan buku 4 Rp5 juta sampai Rp10 juta. Dan ketetapan buku 5 Rp10 juta keatas.
“Untuk ketetapan buku 1 pembayaran paling lambat adalah  30 September. Sedangkan untuk ketetapan buku 2, 3, 4 dan 5 paling akhir adalah 30 Agustus,” kata Heru, yang mantan ajudan Bupati Sidoarjo itu, Kamis (21/2) kemarin.
Heru mengatakan bahwa saat ini untuk membayar PBB di Kab Sidoarjo, sangat mudah sekali. Selain bisa di Bank Jatim dan di Kantor BPPD Sidoarjo, juga bisa dilakukan di Kantor Pos, Bank OCBC, BTN, BNI,  Alfamart, Alfamidi dan Indomart.
Masih seperti tahun-tahun sebelumnya, menurut Heru, pada tahun 2018 lalu, keberadaan PBB ini merupakan pajak daerah yang pemasukannya bagi Kab Sidoarjo termasuk dalam kelompok lima besar.
Urutannya yaitu,  Pajak Penerangan Jalan (PPJ), Bea Pendapatan Hak atas Tanah Bangunan (BPHTB), Pajak Bumi Bangunan (PBB), Pajak Restoran dan Pajak Parkir.
Heru sempat mengatakan juga, kalau target pemasukan PBB di Kab Sidoarjo ini tiap tahun terus naik. Disebutkan misalnya pada tahun 2017 lalu sebesar Rp191,5 miliar dan pada tahun 2018 lalu sebesar Rp211 miliar namun terealisasi sebesar Rp 219 miliar.
“Target pada tahun 2019 ini ada kenaikan sebesar 14% dibanding taget tahun 2018 lalu,” katanya. (kus)

Tags: