Asosiasi Bola Tangan Indonesia Kota Malang Dikukuhkan di IKIP Budi Utomo

Suasana pelantikan dan pelatihan wasit dan petugas lapangan ABTI di IKIP Budi Utomo Malang akhir pekan kemarin.

Kota Malang, Bhirawa
Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kota Malang, Sabtu 23/2 kemarin, resmi dikukuhkan, oleh Ketua Umum Pengprov ABTI Jatim, Prof I Made Sriundy Mahardika di Aula Kantor Pusat IKIP Budi Utomo (IBU) Malang. Turut hadir pada pengukuhan itu,  Rektor IBU,  Dr H Nurcholis Sunuyeko MSi.
Pengurus ABTI Malang ini diketuai Hari Pamungkas, dosen PJKR IKIP Budi Utomo. Hampir semua pengurus ABTI, adalah dekan dan dosen IKIP Budi Utomo. Karena itu markas ABTI Kota Malang berada di IBU.
Selain pengukuhan, acara tersebut juga diisi pelatihan wasit dan petugas lapangan bola tangan. Diikuti sekitar 100 orang.
I Made Sriundy Mahardika secara khusus menyampaikan terimakasihnya kepada Rektor IBU. Termasuk seluruh civitas akademika, yang telah meluangkan waktu, sekaligus memberikan fasilitas untuk pembinaan Bola Tangan di Kota Malang.
ABTI Kota Malang ini dalam menguji kompetensi pelatih akan menangani hingga daerah-daerah Blitar, Tulungagung dan sekitarnya.
“Ini langkah yang bagus dan tepat. Kalau menunggu dari negara tampaknya terlalu lama,” kata I Made.
“Olahraga Bola Tangan ini olahraga baru tetapi sebenarnya lama. Lama tidur, dan dibangunkan saat SEA Games tahun lalu. Hebatnya mayoritas atlet-atlet bola tangan berprestasi yang ditampilkan di SEA Games dari Jawa Timur,” ujar Made.
Bola tangan Jawa Timur, lanjut Made diperhitungkan di tingkat Nasional. Ada dua atlet bola tangan Jatim yang memperkuat SEA Games beberapa waktu lalu kini menjadi seorang pelatih di Kota Malang. Mereka pelatih yang telah memperdalam kepelatihan di Korea.
“Karena itu kami berharap ilmunya segera dibagikan kepada para pengurus dan atlet bola tangan di Kota Malang agar segera di fahami. Ini penting mengingat saat ini jadwal kejuaraan bola tangan sedang antri dari beberapa daerah,” katanya.
I Made juga mengingatkan kepada pengurus ABTI Kota Malang yang baru dikukuhkan itu untuk tidak menjadi alat kepentingan politik. Sebab, lanjut dia, sekarang banyak olahraga ditunggangi untuk kepentingan politik. “Mari kita kembali ke nilai-nilai olahraga yang sesungguhnya, yang menjunjung tinggi nilai sportivitas, ” tegas Ketua Umum Pengprov ABTI Jatim ini.
Rektor IBU sendiri menyebut, IBU memang sudah terbiasa menjadi pembuk, perintis dan inisiator, untuk cabang olahraga yang bisa mengangkat olahraga di Kota Malang.
”Kami tidak sekadar memberi support. Tapi sekaligus memfasilitasi. Karena IBU ingin memberikan wawasan ke masyaratkat, dunia olahraga mempunyai harta dan idiologi terbesar,” sebutnya
Idiologi itu, kata Nurcholis, justru tidak terbatas ruang dan waktu. Yakni nilai sportivitas. Roh dan jiwa sportivitas itulah, yang menjadikan kejujuran, kebaikan, persatuan dan kesatuan.
‘Munculnya kembali ABTI ini, sekaligus IKIP Budi Utomo memohon seluruh insan olahraga, terutama KONI yang menjadi bapaknya olahraga, selalu ikut dalam memberikan support terhadap olahraga ini,” pungkas Nurcholis. [mut]

Tags: