ASEAN Bisa Jadi Kekuatan Ekonomi Terbesar Kelima Dunia

Kota Malang, Bhirawa
Staf Ahli Bidang Ketahanan Nasional Kemenko Polhukam Marsda TNI Ahmad Sajili menyebut, pertumbuhan ekonomi ASEAN terus bertumbuh di tengah gejolak ekonomi global. Berdasarkan data ASEAN Secretariat, perekonomian ASEAN adalah yang terbesar keenam di dunia. Sementara, dengan jumlah penduduk sekitar 634 Juta, Indonesia mencatat Produk Domestik Bruto-nya mencapai 2,6 Trilyun USD.
“Dengan potensi ini diharapkan pada tahun 2020 ASEAN menjadi kekuatan ekonomi terbesar kelima di dunia. Dan 2030 diharapkan menjadi yang terbesar ke empat di dunia setelah Uni Eropa, Amerika Serikat dan Republik Rakyat Tiongkok,” demikian disampaikan Sajili dalam gelaran Diseminasi Informasi Masyarakat ASEAN bertajuk “Tantangan Politik dan Keamanan Di Kawasan” di UMM, Senin (22/4).
Ahmad Sajili mengisi kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang diselenggarakan Pusat Studi ASEAN (PSA) UMM. Acara ini turut dihadiri Rektor UMM Dr. H. Fauzan, M.Pd, Brigjen Pol. Anthoni Hutabarat, Asisten Deputi Kerja Sama ASEAN Widya Rahmanto Serta Civitas Akademika Fisip UMM. Diskusi dimoderatori oleh Peggy Puspa Hapsari M.Sc., M.Si selaku Kepala PSA.
Saat ini ASEAN telah melewati usia 50 tahun sejak didirikan 1967 dan mempersiapkan diri melewati pembentukan masyarakat MEA 2020. Dengan adanya ASEAN, masyarakat mampu menjalani kehidupan masyarakat majemuk dengan penuh kedamaian. “Karena ada begitu banyak pengaruh dari kekuatan negara besar, sengketa perbatasan dan wilayah, hingga perbedaan kepentingan,” tuturnya.
Kegiatan ini adalah kerjasama yang merupakan program dari Polhukam sebagai koordinator pilar Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN yang bertanggung jawab mendiseminasikan Stakeholder Nasional. “Jadi tidak hanya memberikan informasi tetapi menerima masukan agar masyarakat ASEAN dapat berperan dalam mengimplementasi rencana aksi ASEAN,” ungkap Sajili.
Sementara, berbicara tentang Ketahanan Politik di kawasan ASEAN, terkait program presiden 2019-2066 tentang Sumber Daya Manusia, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk menjawab tantangan ini. “Karena stabilitas keamanan politik dimanapun, itu ditentukan oleh yang pertama adalah ekonomi yang kedua adalah keterampilan,” ungkap Rektor UMM Fauzan dalam pidato sambutannya.
“Dalam konteks ini, penguatan di aspek pendidikan menjadi bagian yang sangat penting dalam rangka menciptakan SDM unggul. Karena SDM menjadi variabel yang sangat dominan untuk menentukan arah bangsa. Oleh karena itu, mahasiswa harus menjadi orang yang maksimal, orang yang selalu berfikir optimal, dan orang yang selalu ideal. Itulah yang sebenarnya mampu membangkitkan bangsa kita,” pungkasnya. [mut]

Tags: