Apkasi Gelar Workshop Pengadaan Barang/Jasa Sekolah

Bupati Sidoarjo Saiul Ilah saat membuka workshop pengadaan barang/jasa Kamis (10/10) kemarin. [achmad suprayogi/bhirawa]

Pemkab Sidoarjo, Bhirawa
Persiapan pelaksanaan Sistem Pengadaan Barang/Jasa Sekolah (SIPLah) Tahun 2020, yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), secara resmi telah dibuka oleh Bupati Sidoarjo Saiful Ilah selaku Wakil Ketua Umum Apkasi, pada (10/10).
Menurutnya, kegiatan workshop program SIPLah ini terselenggaranya bahwa era keterbukaan informasi publik seperti sekarang ini, inovasi dan elektronifikasi sektor Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di semua instansi pemerintahan menjadi sebuah keniscayaan.
Ini pula yang mendasari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan Katalog Sektoral Pendidikan dan Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPlah) mulai pertengahan tahun ini.
Keduanya diluncurkan untuk mendukung PBJ di sekolah dalam menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler. Hal ini merujuk pada Permendikbud Nomor 3 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler, Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di sekolah dapat dilaksanakan secara daring (online) atau luring (offline).
“PBJ di sekolah yang dilakukan secara daring harus melalui sistem PBJ sekolah yang ditetapkan oleh Kemendikbud,” katanya. Ia berharap, setelah mengikuti kegiatan ini, para Bendahara BOS dapat memahami bagaimana cara dan teknis Aplikasi SIPlah Pengadaan Barang di Sekolah, sehingga Dana BOS bisa dilaksanakan sesuai dengan anjuran dari Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
“SIPLah ini akan memudahkan sekolah dalam berbelanja kebutuhan sekolah. Sekolah pun tinggal klik di handphone atau laptop, maka segala kebutuhan sekolah akan ada. Selain itu juga, SIPLah ini akan termonitor dan terjaring dalam penggunaan anggaran BOS oleh sekolah,” ujarnya.
Asri Ulfa selaku perwakilan Kemendikbud RI menjelaskan bahwa Program SIPLah sendiri dirancang untuk memanfaatkan Sistem Pasar Daring (Online Marketplace) yang dioperasikan oleh pihak ketiga.
“Sistem pasar daring yang dapat dikategorikan sebagai SIPLah harus memiliki fitur tertentu dan memenuhi kebutuhan Kemendikbud. Dalam hal ini marketplace SIPlah dikelola oleh Telkom melalui anak perusahaan Blanja.com,” katanya. [ach]

Tags: