Antisipasi Impor Garam, Disperindag Lakukan Survei Pasar

Petani garam memanen garam di Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Minggu (21/1) sore. [Hilmi Husain]

Pasuruan, Bhirawa
Pemerintah pusat akan menyetujui kuota impor garam sebesar 3,7 juta ton di tahun 2018. Menanggapi hal itu, Pemkot Pasuruan melakukan sikap dengan cara survei pasar untuk kebutuhan garam.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Pasuruan, Mualif Arif menyampaikan langkah survei pasar dilakukan sebagai bagian dalam pemenuhan garam, sekaligus kemungkinan penyesuaian produksi garam pada tahun 2018 ini.
“Antisipasinya adalah survei langsung ke semua pasar di Kota Pasuruan. Perlu diketahui semua, kita ini mempunyai petani garam,” ujar Mualif Arif, Minggu (21/1) sore.
Menurut Mualif, selama ini Disperindag telah menyusun berbagai skema dan kebutuhan pasar garam, baik untuk industri maupun konsumsi. “Sebelum adanya kuota impor garam oleh pemerintah pusat, kami sudah terjun ke lapangan. Agar tahu akan kebutuhan garam di Kota Pasuruan,” kata Mualif Arif.
Sekadar diketahui, Peuruam tak mampu memenuhi target pada 2017 lalu. Sampai akhir September 2017 lalu, produksi garam masih tercatat 3.058 ton atau jauh dari target sebesar 16.500 ton. “Penyebab utama tak penuhi target karena cuaca ekstrim yang melanda Kota Pasuruan. Makanya tahun ini, dengan metode geomembran diperkirakan bisa penuhi target,” tambahnya. [hil]

Tags: