Angin Ribut Terjang Sejumlah Rumah, dan Fasilitas Umum di Pamekasan

Bencana angin ribut, mempora-porandakan rumah, masjid LDII, pemohonan dan lain. [syamsudin/bhirawa]

Pamekasan Bhirawa
Paska angin Ribut (Kencang) menerjang sejumlah rumah, pepohonan dan pasilitas umum di sebagian wilayah Pamekasan, Senin (4/2) rusak parah .
Angin kencang, berbarengan awan hitam pekat dan hujan lebat, sekitar pukul 15.00 wib, mampu memecah sejumlah kaca jendela di gedung Islami Center Jl. Raya Panglegur, Kecamatan Tlanakan. Suanana lampu mati, Khofifah memandu Sholawat dengan menggunakan megapond.
Peristiwa alam ini, mampu merusak gubag masjid LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) di Desa Ceguk dan menerbangkan atap Gafalom sejauh 50 meter milik Heri di Perum Graha, merusak tower radio IAIN Pamekasan. Dan tiga pohon tumbang di Desa Jarin, dua pohon di Desa Larangan Tokol.
Selain itu, angin kencang jug memporak-porandakan tiga Rumah di Desa Sopaah, mili Buniri, Busaham dan Sadin. Adapun di Desa ceguk, rumah milik Yulianto dan Urip.
Laporan Humas Kecamatan Larangan, sejumlah rumah rusak terkena musibah di Desa Panaguan, Suparman dan Musdari warga Dusun Rongrongan. Rumah dan Warung milik Ardi dan rumah Rahmawati, kedua warga Dusun Sakacah. Sedang dapur dan Kandang milik Burami warga Dusun Sakaca.
Tim Reaksi Cepat(TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Pamekasan, bersama TNI-Polri, bahu membahu dengan warga mengadakan kerja bakti membersihkan puing rumah, menebang pepohonan yang tumbah di punggir jalan, perkampungan dan pohon menimpa rumah warga. Sedang pihak PLN membenahi jaring yang terimpa pohon.
ketua Satgas BPBD Pamekasan, Budi Cahyono menjelaskan, rusak rumah, pasilitas umum dan tumbangnya pohon di sejumlah tempat bukan akibat angin Puting Beliung. Musibah itu karena angin kencang akibat perubahan suhu dan tekanan udara.
“Peristiwa sempat membuat takut warga ini tidak menimbulkan korban jiwa. Baik di Desa Panaguan, Kecamatan Larangan, Desa Jarin, Panglegur dan Ceguk Kecamatan Tlanakan. Akibat bencana kerugian diperkirahkan puluhan juta rupiah. Kami terus menyisir tempat-tempat yang terdampak musibah angin kencang,” tambahnya. [din]

Tags: