Anggota Paskibraka Nasional asal Jatim

Anggota Paskibraka Nasional asal Jatim Devano dan Dhea saat dijemput di Bandara Juanda oleh Kadispora Jatim, Supratomo (tengah) beserta keluarga. [wawan triyanto]

Ingin Wujudkan Cita-cita Jadi Polisi
Surabaya, Bhirawa
Dua anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) asal yang bertugas di Jakarta yakni Mochammad Devano Faris Estiawan dan Dhea Lukita Andriana telah tiba di kampung halaman dan keduanya kembali melanjutkan kewajibannya sebagai pelajar.
Saat tiba di Bandara Juanda Surabaya, Jumat siang (Devano dan Dhea disambut oleh anggota keluarga masing-masing dan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jatim Supratomo. Keduanya sangat bangga karena mendapatkan pengalaman berharga yang tidak semua pelajar mendapatkannya, yakni menjadi anggota Paskibraka nasional dan bertemu langsung dengan Presiden RI Joko Widodo.
“Saat itu Presiden Jokowi bertanya asal kota saya, kemudian saya jawab dari Batu Jatim, terus pak presiden menjawab dari Kota dingin,” kata Devano.
Baik Devano maupun Dhea memiliki cita-cita yang sama, yakni bersaing untuk masuk Akademi Polisi. Keduanya juga sudah memiliki modal yang cukup, yaitu tinggi badan, fisik dan prestasi belajar. Bahkan saat di Jakarta keduanya juga diajak mengunjuungi Mabes Polri dan bertemu dengan Waka Polri, Komjen Pol Drs Ari Dono Sukmanto, SH.
“Beliau menjelaskan syarat untuk bisa masuk Akpol dan tugas Polisi, saya jadi semakin tertarik untuk menjadi anggota Polisi,” kata Devano pelajar dari SMAN 1 Batu itu.
Demikian juga Dhea, pelajar dari SMAN 1 Ngunut Kabupaten Tulungagung itu juga semakin bersemangat untuk mewujudkan cita-citanya menjadi anggota Polisi. “Itu cita-cita saya sejak kecil,” katanya.
Sementara itu, Kadispora Jatim, Supratomo menjelaskan, mendukung semua cita-cita Faris dan Dhea, baik menjadi anggota Polri maupun TNI. “Karena lembaga tersebut juga membutuhkan anak cerdas san unggul seperti mereka sebagai pemimpin masa depan,” tuturnya.
Dan yang lebih penting dari ini Supratomo menyampaikan tidak ada diskriminasi dalam proses seleksi Paskibraka di Jatim. Anak orang biasa ataupun pejabat semua dianggap sama.
“Semua berhak untuk jadi Paskibraka tingkat kabupaten, provinsi atau nasional. Tidak ada pembedaan. Baik itu anaknya orang kaya atau tidak mampu. Semua punya kesempatan yang sama asal mampu fisiknya sehat, postur tubuh memenuhi syarat, intelektual dan kejiwaannya juga bagus,” imbuhnya. [wwn]

Tags: