Alami Penurunan Omset, Pemilik Toko Sekitar Pasar Baru Protes

Urai kemacetan di Pasar Baru Dishub lakukan uji coba parker.

(Mulai Uji Coba Parkir Urai Kemacetan Sekitar Pasar Baru)

Probolinggo, Bhirawa
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo sejak Selasa 19/2, melakukan uji coba lokasi parkir baru di sekitar Pasar Baru. Uji coba ini akan dilakukan selama 2 minggu untuk melihat efektivitasnya.
Uji coba parkir ini akan mengatur lokasi-lokasi parkir kendaraan bagi roda 2, roda 4, serta becak. Lokasi-lokasi alternatif untuk parkir pengunjung pasar maupun toko telah disiapkan Dishub. Namun uji coba ini menuai protes pemilik toko alasannya alami penurunan omset akibat hal tersebut.
“Uji coba penataan parkir ini untuk mengurai kemacetan di sekitar Pasar Baru. Jika sebelumnya parkir di utara Pasar Baru ada dua baris, sekarang hanya boleh satu baris saja,” ujar Kepala Dishub Kota Probolinggo Sumadi, Kamis 21/2.
Parkir di utara Pasar Baru sejak dari tikungan Jl. Brigjen Katamso sampai tikungan Pasar Gotong Royong bisa digunakan untuk kendaraan roda 2. Begitu juga dari tikungan Ruko Jl. Panglima Sudirman sampai Jl. Cut Nyak Dien, hanya bisa digunakan untuk sepeda motor.
“Sedangkan untuk kendaraan roda empat bisa diparkir tepat di depan Pasar Baru atau parkir di sisi selatan. Begitu juga dengan becak,” katanya.
Becak boleh parkir di depan pasar agar memudahkan pengunjung pasar, terutama pedagang keliling untuk mengangkat sayur. Dishub juga akan menempatkan petugas di lokasi-lokasi parkir tersebut untuk mengingatkan warga terkait uji coba parkir.
“Jika ada yang melanggar, sementara tidak disanksi karena ini kan masih tahap uji coba,” tegasnya.
Selain menempatkan petugas, Dishub juga memasang banner bertuliskan keterangan terkait uji coba parkir. “Penerapan uji coba parkir ini juga sudah mempertimbangkan keluhan dari pemilik toko. Pasti ada seperti itu. Tapi, ini kan juga demi kelancaran lalu lintas,” tandasnya.
Selain sekitar Pasar Baru, Dishub juga menata Jalan Gatot Subroto, terutama di lokasi yang rawan macet. Seperti sebelah utara pertigaan King. Lokasi ini rawan macet karena ada bahan bangunan, usaha bengkel serta kegiatan bongkar muat barang dari pertokoan.
Selain itu, kami juga akan memeriksa Jalan Pahlawan. Karena dikhawatirkan pengunjung tidak bisa parkir di sebelah utara malah pindah parkir ke Jalan Pahlawan. Kegiatan uji coba parkir ini dilakukan Dishub sejak pukul 05.30. Sejumlah petugas baik dari Dishub dan Satlantas, diterjunkan untuk mengawasi jalannya program tersebut. Bahkan Kadishub tidak segan mengingatkan pengendara motor untuk mengarahkan sepeda motor di sisi utara. Wakil Wali Kota Probolinggo Moch. Soufis Subri pun memantau uji coba itu.
Menurut wakil walikota Probolinggo Subri, penataan parkir di sekitar Pasar Baru perlu segera dilakukan. “Banyak keluhan dari masyarakat terkait macetnya arus lalu lintas di dekat Pasar Baru. Padahal, ini akses untuk melintas dari barat ke timur. Jalan ini ibarat jendela untuk Kota probolinggo,. Subri mengakui, saat ini masih sebatas tahap uji coba. Dinas Perhubungan perlu melihat lebih dahulu respons masyarakat terkait pengaturan parkir ini, ungkapnya.
Uji coba parkir baru di sekitar Pasar Baru Kota Probolinggo, diprotes sejumlah pemilik toko sekitar Pasar Baru. Uji coba parkir yang baru dua hari itu dinilai merugikan pemilik toko karena pengunjung disebutkan alami penurunan drastis. Menurut Wahyu salah satu pemilik, pengunjung yang hendak ke tokonya, harus berjalan kaki lebih dari 250 meter.
Sementara kendaraan mereka, harus diparkir di sebelah timur Toko Wolu. Tidak hanya itu. Di sekitar area parkir, juga ada toko kain. Sehingga, pelanggannya cenderung memilih toko yang dekat. “Nah, kalau orang (pengunjung) pastinya milih yang dekat. Soalnya kalau beli ke sini harus jalan kaki terlebih dahulu,” bebernya.
Lebih lanjut Kadishub Kota Probolinggo Sumadi membenarkan jika ada beberapa pemilik toko yang protes. “Iya tadi pagi sempat saya temui pemilik toko ONO yang juga protes,” terangnya. Menurutnya, setiap kebijakan yang diambil pasti menimbulkan pro dan kontra. Dan hal itu menurutnya, akan jadi bahan evaluasi bersama. Mengingat ujicoba parkir itu baru tiga hari. Sedangkan uji coba akan dilakukan dua pekan.
“Dimungkinkan konsumen belum terbiasa dengan perubahan untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas. Hal ini juga sebagai bahan evaluasi selama masa ujicoba dua minggu ke depan, apa yang kami lakukan ini sebenanrya untuk kepentingan banyak orang bukan orang perorang, kalau sudah terbiasa maka akan lain lagi ,” tambahnya.(Wap)

Tags: