Alami Demensia, Dua JCH Ditunda Keberangkatannya


JCH dengan menggunakan kursi roda sedang bersiap untuk berangkat menunaikan ibadah Haji.

Surabaya, Bhirawa
Tim Kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya menyatakan untuk menunda keberangkatan dua orang Jemaah Calon Haji (JCH) untuk tahun ini dikarenakan sedang mengalami Demensia (gangguan memori).
Kedua JCH tersebut adalah jemaah dalam kelompok terbang (kloter) 14 asal Kabupaten Probolinggo dan jemaah kloter 20 asal Kabupaten Malang.
Wakil Kepala Bidang Kesehatan PPIH, Acub Zaenal mengungkapkan kedua pria yang sama-sama berusia 76 tahun tersebut diketahui mengalami gangguan memori setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan akhir oleh tim kesehatan PPIH.
Setelah itu dua JCH tersebut dirujuk ke RSJ Menur untuk menjalani pemeriksaan lanjut serta menentukan gradasi dari demensia yang dialami.
“JCH yang ditunda berangkat ini kita konsultasikan dengan dokter psikiater di RSJ Menur. Gangguan memori atau biasa disebut demensia ini ada gradasinya, yakni ringan, sedang dan berat. Nah, JCH ini termasuk demensia berat,” terangnya, Minggu (14/7).
Selain mengalami demensia berat, kedua JCH ternyata berangkat seorang diri tanpa pendamping sehingga dianggap tidak layak terbang. “Pihak keluarga dari kedua JCH ini akhirnya menjemput dan membawa pulang ke daerahnya,” ujarnya.
Selain menunda keberangkatan dua JCH demensia, PPIH Embarkasi Surabaya juga telah menunda keberangkatan dua wanita yang dinyatakan hamil dengan usia kehamilan dibawah 14 minggu.
Adapun dua wanita hamil tersebut adalah Herlina Faisal Enek, kloter 7 asal Kabupaten Sumenep yang dinyatakan hamil 2 minggu, serta Pipit Handayani Lastro, kloter 18 asal Kabupaten Malang dengan usia kehamilan 6 minggu.
Akibat dari penundaan keberangkatan ini, suami dari Herlina Faisal Enek dan Pipit Handayani Lastro pun menyesuaikan dan memutuskan untuk menunda keberangkatan hajinya pada tahun mendatang.
Sementara itu memasuki hari ke sembilan pada Sabtu (13/7) kemarin pemberangkatan JCH, Embarkasi Surabaya melalui PPIH 2019 telah memberangkatkan total 20 kloter yang berjumlah 8.900 CJH dan 100 petugas.
Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), Jamal mengatakan proses pemberangkatan JCH berjalan dengan baik. “Alhamdulillah sampai hari kesembilan ini berjalan lancar. Terkait ada JCH yang sakit, tentunya ini menunggu hasil pemeriksaan tim dokter, kalau sudah layak berangkat tentunya kami masukkan ke kloter yang lain,” katanya.
Sedangkan terkait dengan barang bawaan JCH yang disita oleh petugas, hingga kloter ke-20 barang yang disita dari JCH semakin berkurang.
“Semakin kesini barang yang disita oleh petugas itu semakin sedikit tidak seperti kemarin. Dari tas kabin paling hanya gunting sama tongsis dan di koper kemarin ada indikasi tetapi ternyata hanya membawa powerbank,” pungkas Jamal. [riq]

Tags: