Ajak Warga Peduli Alam, KKN 12 UMM Putar Film Mars

Anang dan Gallus saat memberikan sesi tanya jawab kepada santri Al Azhar.

Malang, Bhirawa
Kerusakan hutan akibat penebangan liar, limbah pabrik, serta membuang sampah di sembarang tempat, mengakibatkan bencana alam dimana-mana. Alam tidak lagi bersahabat dengan manusia. Akibatnya iklim dan ekosistem di sekitarnya menjadi tidak terkendali.
Itulah gambaran film “Mars” yang diputar oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 12 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) .
“Kami mengajak warga desa setempat baik yang tua maupun generasi mudanya untuk menjaga alam, sehingga kelestarian lingkungan desa menjadi nyaman,” ujar Penanggungjawab kegiatan, Gallus Panji.
Menurut Panji-begitu nama panggilan Gallus Panji -pemutaran film ini bertujuan menyadarkan warga setempatkan tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. Panji menyebutkan pemutaran film ini disebabkan di sekitar desa banyak sekali bukit yang sudah mulai tandus, artinya minim pepohonan. Padahal pohon di wilayah itu sangat dibutuhkan untuk menjaga sumber air desa setempat. Berdasarkan pengamatan ini, maka diputarlah film ini yang bekerja sama dengan Sanggar Cinema.
Pemutaran film berdurasi sekitar 30 menit ini, lanjut Panji, bertempat di halaman TPQ Al Azhar Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo. Pada acara tersebut selain memutar film bertemakan lingkungan, juga memutar film pendek edukasi untuk anak-anak, remaja sampai orang dewasa, yang tema-tema sosial.
Menariknya, tambah Panji, usai nonton film warga dipersilahkan tanya jawab. Bagi mereka yang bisa menjawab pertanyaan diberi hadiah. Pemberian hadiah ini, peserta anak-anak agar peserta lebih fokus dan lebih dapat mengambil banyak pelajaran setelah menonton film yang ditayangkan. Acara nobar ini ditutup dengan pemutaran video dokumenter santri Al Azhar sebagai hiburan peserta nobar.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN 12 UMM Drs Moh. Jufri, ST, MT berharap anak-anak khususnya anak di Desa Wonorejo memiliki semangat dan tekad yang besar dalam menuntut ilmu, serta untuk tidak cepat putus asa.
[Nur Afifah, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang]

Tags: