Ajak Pertahankan Kebersihan Lingkungan, Siap Pertahankan Adipura

Walikota Hadi ajak pedagang pasar jaga kebersihan.

Kota Probolinggo, Bhirawa
Kondisi lingkungan sebuah daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja. Tetapi semua elemen memiliki peran yang sama. Untuk itu, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin mengimbau masyarakat juga ikut andil menjaga lingkungan di sekitarnya.
Imbauan ini juga upaya untuk mempertahankan piala Adipura tahun 2019. Hal ini disampaikan Wali Kota Habib Hadi saat meninjau titik pantau penilaian Adipura.
“Memang memerlukan kesadaran bersama, saluran air perlu diperhatikan. Banyak hal-hal yang harus diperbaiki karena kebersihan dan kepedulian lingkungan harusnya menjadi budaya dalam kehidupan kita sehari-hari,” katanya, Selasa (18/6).
Peninjauan lokasi titik pantau Adipura dimulai di Terminal Bayuangga. Wali Kota Habib Hadi didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ahmad Sudiyanto; Kepala DLH Budi Krisyanto; Kepala DKUPP Gatot Wahyudi; Kepala Dishub Sumadi; serta Kepala Dinas PUPR Amin Fredy.
“Yang dikeluhkan disini (terminal) ada bau pesing,” ujar Kepala DLH Budi Krisyanto kepada Wakil Koordinator Terminal Bayuangga Akhmad Sujono.
Dari pantauan yang ada, terminal yang dikelola Kementerian Perhubungan itu sangat kurang mendapat perhatian. Terminal terlihat gersang. Kurang didapati pepohonan yang terawat. Beberapa imbauan yang ditempel di pintu masuk terminal (tengah) pun sudah lawas.
Misalnya, susunan pengurusan yang terpasang sejak 2016 lalu. Serta, imbauan dari Dishub Kota Probolinggo hingga visi-misi Kota Probolinggo yang kedaluwarsa. Monitor besar yang berisi informasi angkutan bus pun mati tak berfungsi. Banyak pot tanaman yang dipenuhi putung rokok. Tanaman di sekitar terminal juga tidak segar dan layu.
“Bunga-bunganya dirawat. Di saluran air juga banyak sampah,” ujar Budi Kris.
Dilanjutkan ke Puskesmas Ketapang. Disana orang nomor satu di Kota Probolinggo itu melihat secara langsung kebersihan puskesmas, pengelolaan limbah medis, UGD, pelayanan poli dan kamar obat. Pemantauan terakhir wali kota di Pasar Ketapang.
Kepada para pedagang, Habib Hadi meminta untuk menjaga kebersihan pasar demi kenyamanan bersama. Ia juga menjanjikan akan merevitalisasi pasar pada 2020 mendatang. Menurutnya, pasar tradisional tidak boleh kalah dengan pasar modern.
Wali kota mengimbau kepada masyarakat, sebagus apapun program pemerintah jika tidak dibarengi kerja sama yang baik antara kedua belah pihak maka program tersebut tidak akan berjalan maksimal. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan sampah yang bernilai ekonomis.
“Kami selalu berupaya mendorong masyarakat bisa berpartisipasi mengatasi sampah di Kota Probolinggo. Kepekaan masyarakat mengenai membuang atau mengelola sampah, buang putung rokok atau kemasan air minum harus lebih ditingkatkan,” tegas Habib Hadi.
Selain itu, Pemerintah Kota Probolinggo melalui DLH juga ada pembinaan membuat daur ulang. Disebutkan, sampah adalah masalah bersama. Masyarakat diharapkan memilih dan memilah mana yang bermanfaat untuk diolah kembali. Wali kota menargetkan untuk mempertahankan penghargaan Adipura yang sudah 12 kali berturut-turut diraih Kota Probolinggo.
“Kita harus bisa mempertahankan Adipura,” ungkapnya.
Budi Kris menyatakan secara umum kesiapan Kota Probolinggo menghadapi penilaian Adipura belum maksimal. Banyak pembenahan yang harus dilakukan, keperansertaan masyarakat perlu terus ditingkatkan, inovasi penanganan sampah perlu ditumbuhkembangkan.
Jadwal penilaian (P1), Budi Kris mengaku belum ada informasi dari tim pusat. “Tapi kesiapan harus kita lakukan jauh-jauh hari. Karena kebersihan bukan seremonial, tetapi budaya yang dimiliki masyarakat. Memang perlu ada pembenahan oleh OPD penanggung jawab titik pantau dan peningkatan peran serta masyarakat,” jelas mantan Kepala Bappeda itu.
Khusus Terminal Bayuangga, Budi Kris membenarkan harus ada atensi dari instansi vertikal penanggung jawab terminal. Yakni Kementerian Perhubungan. “Bisa dilihat kondisinya cukup memprihatinkan. Kondisi perkantoran yang juga memerlukan perhatian serius adalah kantor wali kota, Bappeda Litbang, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan kantor DPRD,” beber Budi Kris lagi.
Titik pantau baru dalam penilaian Adipura yaitu pelabuhan, destinasi wisata dan tempat ibadah yang juga perlu perhatian khusus. Untuk bisa kembali mempertahankan Adipura, diperlukan kerja keras para lurah bersama ketua RT dan RW untuk mendorong kesadaran masyarakat dalam penanganan sampah rumah tangga. Masyarakat agar tidak menempatkan sampah rumah tangga di pinggir jalan, di sungai dan tidak membakar sampah.
“Masyarakat harus melakukan upaya pengurangan (mengurangi, memanfaatkan kembali dan mendaur ulang) sampah. Para camat, lurah, ketua RW dan ketua RT perlu memperhatikan dan melaksanaksan instruksi wali kota yg telah ditandatangani dan diterbitkan pada 21 Februari 2019 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah sejenisnya,” tambah Budi Kris.(Wap)

Tags: