Ajak Guru dan Siswa Tekuni Teknologi Cahaya

Para siswa diajak bereksperimen oleh mahasiswa tentang grating difraksi warna cahaya pada peringatan hari Hari Cahaya International.

Peringati Hari Cahaya International 2019
Surabaya, Bhirawa
Peringati Hari Cahaya International, Intitute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui organisasi SPIE (Society of Photo Optical Instrumentation Engineers) Student Chapter ITS menggelar workshop untuk guru dan siswa SMA se Jawa Timur. Kegiatan tersebut juga berkolaborasi dengan OSA Student Chapter ITS, Departemen Teknik Fisika ITS, dan PGRI Provinsi Jawa Timur.
Diungkapkan Ketua Panitia International Day of Light (IDL) 2019, Aulia Muhammad Taufiq peringatan Hari Cahaya International dicanangkan karena, manfaat cahaya yang banyak membawa dampak sangat besar bagi kehidupan di dunia. antara lain di bidang teknologi, militer dan kesehatan. pencanangan peringatan tersebut bertujuan untuk membangun kapasitas pendidikan dunia melalui aktivitas yang ditargetkan di bidang sains untuk kaum muda. “Sehingga dapat membangun kesadaran global khususnya dibidang sains,”imbuh dia.
Di samping itu, workshop tersebut juga menjadikan pendidikan fisika optika bisa terstimulasi menjadi konten pembelajaran yang semakin menarik dan menginspirasi. Menurut dia, bagi guru SMA yang mengikuti workshop tersebut bisa menjadi garda terdepan untuk mendidik generasi muda yang ingin bergelut di bidang teknologi cahaya.
“Sasaran kita memang guru SMA karena kami menilai mereka bisa memberikan stimulus kepada siswa untuk tertarik menekuni bidang cahaya. Kalau dosesn kan kapasitasnya tidak terlalu besar untuk menjangkau siswa,”tutur dia. Dengan kegiatan tersebut, diharapakan peran guru bisa merubah kesan siswa terhadap fisika. Yang mulanya dianggap sulit bisa dirubah menjadi menarik.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITS, Dr Bambang Lelono Widjiantoro ST MT, menambahkan jika pihaknya juga berharap lulusan SMA yang mengambil bidang studi fisika menjadi semakin banyak. Hal itu tentu harus didorong oleh peran seorang guru yang menjadi ujung tombak untuk membuat fisika.
“Sehingga diharapkan setelah workshop ini dapat melahirkan ilmuwan,” harap lelaki yang juga dosen Teknik Fisika ini.

Kenalkan Teknologi Cahaya Melalui Aplikasi Fotonika
Peringatan Hari Cahaya International juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa ITS yang tergabung dalam SPIE, dan OSA Student Chapter ITS untuk memberikan pemahaman terkait fenomena fotonika. Hal itu terkait masih banyaknya masyarakat atau siswa yang mempresepsikan jika optik fotonik selalu identik dengan kacamata dan laser. Padahal, lebih dari itu, fenomena fotonika memberi pemahaman bahwa vahaya memiliki potensi lebih menjadi teknologi masa depan. Hal itupun diuraikan oleh Vice President OSA ITS Student Chapter, Theodore Gautama Chandra. Contoh sederhananya, menurut dia, adalah teknologi fiber optik yang mulai sering digunakan untuk teknologi komunikasi. Jika hal itu dikembangkan akan sangat bermanfaat nantinya.
“Dalam kegiatan workshop ini kita demo aplikasi fotonika serta praktikum yang meliputi materi polarisasi, difraksi kisi, interferometer dan indeks bias,”tutur dia.
Ia pun berharap dari pelaksanaan IDL ini, siswa lebih termotivasi untuk mempelajari dan mengembangkan teknologi fotonik. Dengan hal itu, mereka juga diharapkan dapat berinovasi menciptakan teknologi fotonik demi kemajuan riset di Indonesia. “Tentunya motivasi tersebut harus mereka tanamkan dan mulai dicoba sejak dini. Karena kita ketahui pengembangan optic fotonik di Indonesia sendiri ini masih sangat rendah,” pungkas dia. [ina]

Tags: