Ajak Caleg Berkampanye Secara Sehat

Para calon legislatif seharusnya berkampanye secara positif agar pesta demokrasi ini akan menjadi pendidikan politik yang baik bagi masyarakat. Kalau saja lebih dari 200 ribu caleg ini masuk 70 ribu desa dan berkampanye mengenai hal-hal yang baik dengan menjelaskan tujuan besar bernegara, bagaimana membangun negara ke depan, bagaimana mengolah potensi lokal yang bisa mensejahterakan rakyat, maka pemilu akan menjadi pendidikan politik yang baik.
Kampanye sehat itu juga untuk memperkuat Indonesia sejajar dengan negara-negara yang ada di dunia. Namun, kalau kampanye dengan melakukan fitnah ujaran kebencian, maka pemilu akan menjadi ajang pemecah bangsa. Oleh karena itu, saya berharap pada seluruh partai, caleg, capres-cawapres, tim sukses dan para relawan untuk berkampanye yang sehat, karena pemilu merupakan proses pendidikan politik bagi rakyat yang luar biasa jika digunakan dengan cara-cara yang baik.
Ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Tugas besarnya, adalah memerangi hoaks, ujaran kebencian, pemutarbalikan fakta karena hal tersebut akan memerosotkan peradaban, mengantarkan menjadi bangsa yang pendendam, pemarah, jauh dari karakter masyarakat yang penyabar, tawadhu dan pemaaf.
Mengenai debat capres, merupakan proses politik yang bagus karena disaksikan oleh jutaan masyarakat. Kedua capres dan cawapres saling memberikan gagasannya bagaimana membangun negara ini untuk mensejahterkan rakyatnya.
Debat ini merupakan kemajuan negara kita dalam berdemokrasi dan pantas Indonesia menjadi negara demokrasi terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan India.
Saya berharap pilkada, baik itu wali kota, bupati maupun gubernur berdebat menjelaskan program-programnya untuk menjelaskan gagasan, begitu juga caleg di dapilnya masing-masing untuk menawarkan program dan biarkan rakyat yang memilih terbaik di antara mereka.

Siswono Yudo Husodo
Ketua Yayasan Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila.

Rate this article!
Tags: