Ahmad Dhani Tak Mau Disebut sebagai Tahanan

Ahmad Dhani Prasetyo menjalani persidangan dugaan kasus ujaran kebencian di PN Surabaya, Selasa (12/2). [trie diana/bhirawa]

PN Surabaya, Bhirawa
Persidangan dugaan kasus ujaran kebencian dengan terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo berlangsung kembali di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (12/2). Sidang kali ini beragendakan pembacaan eksepsi (nota keberatan) atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Jika pada sidang sebelumnya terdakwa kasus ujaran kebencian itu mengenakan kaos bertuliskan Tahanan Politik dan mengenakan blangkon. Kali ini Dhani mengenakan kopiah hitam dan baju putih lengan panjang. Salah satu tim kuasa hukum Dhani, Aldwin Rahardian mengatakan, ada lima poin dari isi nota keberatan tersebut.
Di antaranya, menyoal terkait JPU yang mengajukan perkara pidana ini kepada Pengadilan Negeri Surabaya adalah keliru adanya. Sebab dalam surat dakwaan tidak dijelaskan di mana terdakwa melakukan distribusi/transmisi/membuat sehingga dapat diakses Vlog yang diduga memuat penghinaan
Sebagaimana dituduhkan tersebut dan berdasarkan Pasal 84 KUHAP.
“Pengadilan Negeri Surabaya tidak berwenang secara relatif mengadili perkara ini,” kata Aldwin dalam persidangan.
Kedua, sambung Aldwin, terkait kesalahan penerapan pasal UU ITE, di mana pihaknya menilai bila kasus ini seharusnya menggunakan Pasal 27 ayat (3). Sedangkan yang ketiga, eksepsi surat dakwaan tidak dapat diterima karena pengaduan klacht-delict tidak sah. “Kami selaku kuasa hukum terdakwa memohon kepada yang Mulia Majelis Hakim yang memeriksa, mengadili, dan memutus perkara ini agar berkenan menjatuhkan putusan sela,” pinta Aldwin.
Usai persidangan, Dhani mengaku keberatan atas penahanannya di Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng Sidoarjo. “Tolong teman-teman media, saya ditahan oleh Pengadilan Negeri (PN) tanpa tahu sebabnya. Saya bukan tahanan,” ungkap Dhani.
Sesaat sebelum dimasukkan ke dalam ruang tahanan PN Surabaya, tiba-tiba terjadi kericuhan antara kuasa hukum serta pihak Kejaksaan. Kuasa hukum Ahmad Dhani menolak kliennya tersebut ditahan. Aksi saling dorong pun tak terhindarkan di depan ruang tahanan tersebut. Sesekali terdengar pekikan ucapan takbir yang saling bersahutan.
“Saya ini kuasa hukumnya, jaksa nggak boleh begitu. Dia bukan tahanan jangan seperti itu. Dasarnya apa penahanan ini,” teriak salah satu kuasa hukum Dhani.
Meski dihalangi kuasa hukum, Jaksa akhirnya berhasil membawa Ahmad Dhani masuk ke dalam ruang tahanan PN Surabaya. Selanjuntnya, Dhani dimasukkan ke dalam mobil tahanan dan dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surabaya di Medaeng.
Salah satu kuasa hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahardian kembali menyoroti terkait penahanan Ahmad Dhani. Menurutnya, kliennya itu tidak ditahan atas perkara yang dijalani di Surabaya. Untuk perkara di Surabaya, kata dia, Ahmad Dhani adalah orang merdeka. Pentolan grup band Dewa 19 itu ditahan atas perkaranya di Jakarta. Jadi Jaksa meminjam Ahmad Dhani untuk perkara di Surabaya.
“Jadi di sini (Surabaya) dia (Ahmad Dhani) merdeka. Dhani juga tidak harus pakai rompi tahanan karena dia tidak ditahan (untuk perkara di Surabaya),” pungkasnya. [bed]

Tags: