Agar Layang-layang Terus Terbang di Sidoarjo

Formi Jatim berharap di Kabupaten Sidoarjo muncul komunitas pecinta layang-layang ukuran besar dan warna-warni.

Bisa Jadi Hobi, Obat Stres, juga Mendongkrak Dunia Pariwisata Sidoarjo
Kab Sidoarjo, Bhirawa
Siapa yang tidak tahu layang-layang. Permainan ini merupakan warisan budaya nenek moyang sejak zaman dahulu. Setiap daerah di Indonesia pasti ada dengan berbagai ragam corak masing-masing. Begitu pula di Sidoarjo, walaupun saat ini perkembangan permainan laying-layang sudah tak semeriah dulu.
Mungkin, dengan adanya perkembangan zaman dan kemajuan teknologi seperti saat ini, jenis permainan yang tergantung dengan kencangnya angin ini bisa tergeser dan mulai dilupakan. Untuk itu, agar permianan ini tidak punah harus ada sentuhan yang kreatif dan inovatif dari berbagai pihak agar layang-layang terus terbang.
Pengurus Forum Olah Raga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi) Provinsi Jatim, saat hadir dalam Rakorda Formi Sidoarjo belum lama ini, sempat menawarkan harapannya agar di Kabupaten Sidoarjo bisa muncul pecinta layang-layang, yang nantinya akan bisa tergabung dalam komunitas layang-layang Sidoarjo.
Dalam kondisi zaman seperti saat ini, tentunya bermain layang-layang tidak cuma sekedar senang dan hobi saja. Tapi akan bisa dimanfaatkan untuk hal positif lain. Misalnya mendongkrak dunia wisata dan menumbuhkan kegiatan ekonomi lain bagi warga sekitar.
Tentunya bentuk layang-layang yang akan dimainkan, harus lain dari pada yang lain. Mulai dari bentuknya, ukurannya dan warnanya dibuat semenarik mungkin, sehingga dapat menarik perhatian banyak orang.
“Karena beberapa hal itulah, maka kami berharap kalau bisa di Kabupaten Sidoarjo ini dibentuk komunitas pecinta layang-layang dalam komunitas yang ada di dalam Formi Sidoarjo,” ujar Agung, salah seorang warga Pondok Chandra.
Di Surabaya sendiri, kata pria 53 tahun ini, sudah ada komunitas pecinta layang-layang ini. Bahkan terakhir tahun 2017 lalu, sempat menggelar even layang-layang internasional yang diramaikan oleh pecinta layang-layang dari sejumlah negara. Seperti Cina, Macau, Hongkong, Malaysia, Brunai, Perancis dan Swedia.
Layang-layang yang ditampilkan berukuran besar. Ada ukuran sampai 10 meter dengan ragam dann corak warna- warni. Sehingga sangat menarik minat perhatian banyak orang. “Bermain layang-layang juga bisa dijadikan salah satu hoby yang bisa mengurangi stress dalam bekerja,” ujarnya.
Menurut Agung, even menggelar layang-layang selain bisa bermanfaat mendongkrak dunia wisata, banyak pengrajin yanh memproduksinya untuk dijual. Seperti Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Ponorogo.
Apa untuk bisa bermain layang-layang ukuran besar dan ragam corak yang unik itu butuh biaya besar?. Menurut Agung, semuanya relatif. Bagi seorang penghobi apapun, kadang masalah biaya tidak jadi penghalang.
Apakah layang-layang ukuran besar bisa digelar di Sidoarjo bahkan sampai dijadikan suatu even rutin dunia wisata?. Agung menjawab dengan tegas bisa. Menurut penghobi layang-layang ukuran besar, beberapa syaratnya diantaranya adalah ada tanah luas, tidak dekat bandar udara, tidak dekat dengan tower dan tidak dekat dengan kabel.
Sekretaris Formi Kabupaten Sidoarjo, Suwignyo menyatakan, siap dengan tangan terbuka bila ada pecinta layang-layang di Sidoarjo yang masuk dalam komunitas Formi. Wignyo mengakui komunitas ini belum ada di Kabupaten Sidoarjo. Saat ini Formi Sidoarjo sudah punya 37 anggota komunitas.
“Kalau di Sidoarjo banyak pecinta layang-layang, silakan membentuk komunitas, akan kami fasilitasi,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo, Drs Joko Supriyadi mengatakan, kalau di Sidoarjo ada komunitas pecinta layang-layang, pihaknya siap mendukung untuk menggelar event layang-layang. Karena juga akan bermanfaat untuk bisa mendongkrak dan mengembangkan dunia pariwisata Sidoarjo.
“Kami siap mendukung, agar wisata Sidoarjo ramai, juga bisa ikut mendongkrak usaha ekonomi kreatif warga Sidoarjo,” kata Joko.
Salah satu pecinta layang-layang di Kota Sidoarjo, Sholahudin, mengaku senang bila Pemkab Sidoarjo siap mewadahi para pecinta layang-layang di Sidoarjo. Dirinya mengatakan ada sejumlah kecamatan di Kab Sidoarjo, yang ia lihat pernah menerbangkan layang-layang ukuran besar ini. Selain di Sidoarjo kota, ia pernah lihat di Kec Sukodono dan Kec Tulangan.
ASN Sidoarjo itu punya ide, untuk memotivasi pecinta layang-layang di Sidoarjo muncul, mungkin harus dimulai dulu di Kec Sidoarjo kota dulu menggelar eveny layang-layang tingkat lokal. “Biar pecinta layang-layang di kecamatan lain bisa muncul,” katanya.
Untuk menerbangkan layang-layang ukuran besar itu, Udin, panggilan Sholahudin mengatakan mungkin bisa dilakukan di sekitar Mako Kodim 0816 Sidoarjo karena areanya luas. Juga di sekitar area pertokoaan Transmart.
“Disana ramai, tengah kota, banyak pengunjung. Sehingga akan banyak menarik perhatian orang, semoga layang-layang di Sidoarjo akan semakin ramai dan terkenal,” kata pecinta layang-layang ukuran besar yang mengaku punya tiga layang-layang ukuran besar itu. [Ali Kusyanto]

Tags: