Adakan Baksos Terintegrasi, Pemkot Surabaya Sediakan Pelayanan Gratis

Siswa kelas V SDN Morokrembangan I-22 Surabaya saat mengeluhkan sekolahannya perlu di renovasi kepada Wali Kota Surabaya, Dr Ir Tri Rismaharini MT pada acara bakti sosial (baksos) dengan pelayanan integrasi di Lapangan Tambak Asri XIII, Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Rabu (13/3). [trie diana/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Pemkot Surabaya kembali menggelar bakti sosial (baksos) dengan pelayanan integrasi bertempat di Lapangan Tambak Asri XIII, Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Rabu (13/3). Melalui roadshow tersebut, masyarakat dengan mudah mendapat pelayanan kesehatan gratis, sekaligus pelayanan informasi dan administrasi secara langsung.
Berbagai pelayanan dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Surabaya hadir dalam kegiatan tersebut. Diantaranya pelayanan kesehatan gratis, pengurusan e-KTP, informasi ketenagakerjaan, media center, hingga fasilitas mobile perpustakaan. Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai pelayanan terintegrasi yang disediakan oleh Pemkot Surabaya tersebut.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, dalam kegiatan itu Pemkot Surabaya telah menyediakan berbagai fasilitas pelayanan. Masyarakat yang hadir diharapkan bisa memanfaatkan berbagai pelayanan yang disediakan oleh Pemkot Surabaya tersebut. “Mulai pengurusan KTP, semua ada disini, termasuk izin usaha lengkap di sini, silahkan bapak ibu sekalian memanfaatkannya,” kata Wali Kota Risma.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengarahkan kepada Ketua RT dan RW setempat, apabila ada warganya yang sedang mengalami sakit, agar bisa diajak berobat ke sini. Bahkan, ia menegaskan, akan menugaskan jajarannya untuk menjemput langsung ke rumah orang yang sakit itu jika kondisinya memang tidak memungkinkan untuk datang. “Mungkin ada warga yang saat ini sakit dan tidak bisa datang ke sini, tolong disampaikan, kita akan jemput. Kalau perlu dirujuk perawatan ke rumah sakit, kita akan jemput dan antar,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Wali Kota Risma juga berpesan kepada Ketua RT dan RW yang hadir, apabila ada ada anak putus sekolah agar didata dan disampaikan melalui kelurahan. Bahkan ia juga tak ingin jika ada lansia yang kondisinya tidak mampu sampai tidak bisa makan. Karena itu, ia mengimbau kepada ketua RT dan RW agar disampaikan jika ada warganya yang mengalami kondisi itu.
“Kalau ada warganya yang lansia, ataupun menderita sakit TBC atau kangker, itu sampaikan ke kita. Karena kita ada program permakanan tambahan, saya minta tolong disampaikan. Tolong disampaikan data itu saya tunggu,” pesannya.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma juga melakukan tanya jawab langsung bersama warga. Warga yang hadir diberi kesempatan untuk menyampaikan uneg-unegnya terkait berbagai permasalahan yang ada di wilayah masing-masing. Baik itu, masalah infrastuktur, kesehatan, sekolah, hingga administrasi pemerintahan. “Saya akan catat masalah-masalah Pak RT dan RW, kalau bisa saya selesaikan hari ini, kita langsung selesaikan. Namun, kalau masalahnya tidak bisa diselesaikan langsung, nanti saya komunikasikan dengan dinas terkait,” jelasnya.
Tampak beberapa warga kemudian mengajukan pertanyaan dan menyampaikan uneg-unegnya kepada pejabat nomor satu di lingkungan Pemkot Surabaya itu. Diantaranya yakni, M. Zainul Abidin selaku Ketua RW 6 Tambak Asri Kelurahan Morokrembangan Surabaya yang menyampaikan saluran drainase di wilayahnya kondisinya sering mampet, sehingga menyebabkan banjir.
Ia juga menyampaikan jika ada salah satu warganya yang sedang mengalami sakit, namun tidak memiliki biaya untuk berobat. “Ada warga kami yang sakit, beliau saat ini sakit namun tidak memiliki biaya untuk melaksanakan berobat. Kami juga di sini punya kelompok UKM yang sangat membutuhkan sentra UKM,” ujarnya.
Berbeda dengan Sugianto Ketua RW 9 Tambak Asri Kelurahan Morokrembangan Surabaya yang menyampaikan jika banyak pemuda di wilayahnya yang menganggur imbas dari PHK perusahaan. Ia berharap agar ada solusi dari Pemkot Surabaya bagi warganya yang saat ini menganggur. “Tolong Bu wali, warga saya yang saat ini menganggur agar bisa dicarikan solusi. Nanti kita data, kita sampaikan,” ujarnya. [iib]