500 Santri An Nur Dua Peroleh Tambahan Ilmu Perbankkan

Kepala Perwakilan BI Malang Azka Subhan Aminurrido saat menjadi guru pada program BI Mengajar di Pondok Pesantren An Nur Dua Bululawang Kabupaten Malang.

Kota Malang, Bhirawa
Program Bank Indonesia (BI) mengajar, menjadi pusat perhatian para santri di Pesantren An Nur Dua, Bululawang Kabupaten Malang. Kehadiran BI Mengajar ini, disambut antusias para santri yang sehari-hari menekuni kitab kuning dan pengetahuan keagamaan itu.
Kepala Perwakilan BI Malang Azka Subhan Aminurrido, di sela-sela program BI mengajar, Selasa 6/8 kemarin mengutarakan, BI mengajar ini, sebagai bentuk sumbangsih BI terhadap kemajuan dunia pendidikan, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan peringatan HUT BI ke-66 dan HUT Republik Indonesia ke-74.
“Ini adalah rankaian HUT BI dan HUT Kemerdekaan RI , maka BI akan melaksanakan Program “BI Mengajar” yang diselenggarakan di seluruh wilayah kerja BI, dan kali ini, kita berada di Pondok Pesantren An Nur Dua,”tutur Azka..
Program “BI Mengajar” ini, dilaksanakan pada tanggal 29 Juli sampai dengan 7 Agustus 2019, serentak baik di Kantor Pusat maupun di Kantor Perwakilan Dalam dan Luar Negeri. Sesuai dengan tema HUT BI ke-66 yaitu “Bertrasformasi Mewujudkan Kontribusi Nyata Bank Indonesia”, maka Program “BI Mengajar” menjadi refleksi dari kontribusi nyata BI melalui kegiatan pengajaran dan berbagi ilmu.
Program “BI Mengajar” mengangkat tema tentang “Peran BI sebagai Bank Sentral dalam Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan di Indonesia”. Melalui kegiatan ini diharapkan akan meningkatkan pemahaman dan literasi masyarakat terkait peran dan tugas BI.
“Khususnya dalam menghadapi era digitalisasi ekonomi dan keuangan saat ini. Dan untuk lebih memberikan impresi positif serta dampak pembelajaran, Program “BI Mengajar”akan menghadirkan Dewan Gubernur BI dan jajaran pimpinan Satker sebagai nara sumber,”imbuhnya.
Di KPw BI Malang, Program “BI Mengajar” dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 6 Agustus 2019 di SMA An-Nur Bululawang Kabupaten Malang. Pada kesempatan tersebut BI juga menyerahkan, bantuan secara simbolis Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa sarana prasarana belajar, dan sarana pengelahan sampah.
Menurut Azka, saat ini, trend perkembangan teknologi cukup pesat yang mendorong hadirnya perusahaan rintisan (startup) termasuk fintech. Perkembangan fintech ini tidak lepas dari perkembangan kepemilikan ponsel yang telah menjadi bagian dari kebutuhan hidup masyarakat.
“Industri fintech di Indonesia memiliki potensi yang begitu besar serta dapat memberikan manfaat kepada masyarakat yang sangat luas, khususnya dalam hal mendorong keuangan inklusi. Namun, segala risiko yang tertanam di dalam model bisnis fintech juga perlu dicermati dan dimitigasi agar tidak menimbulkan dampak sistemik pada stabilitas sistem keuangan Indonesia,”tuturnya.
Sementara itu, turut hadir pada kegiatan tersebut adalah, Dr. KH. Fatkhul Bari, Pengasuh
Pondok Pesantren Wisata An Nur 2 Al Murtadlo Bululawang Malang, Kyai Ahmad Zainuddin, Pengasuh Pondok Putra An Nur 2 Al Murtadlo Bululawang Malang, Kyai Syasul Arifin, Pengasuh Pondok Tahfidz An Nur 2 Al Murtadlo Bululawang Malang, Kyai Husni Mubarok, Pengasuk Pondok Putri An Nur 2 Al Murtadlo Bululawang Malang.
Sedangkan darai BI selain Azka Subhan Aminurridho, Kepala Perwakilan BI Malang, u Fida Affa Arif, Kepala Unit Pengawasan Sistem Pembayaran, PUR, KI, Syamsul Mustofa dan Bambang Crisdianto, Unit Pengelolaan Uang Rupiah. [mut]

Tags: