48 Desa di Bojonegoro Terendam Banjir, Kerugian Capai Rp1,8 M

Nadif Ulfia

Bojonegoro, Bhirawa
Kerugian akibat musibah banjir, yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro beberapa hari lalu, diperkirakan mencapai Rp1.893.500.000 miliar. Kerugian ini meliputi bidang infrastruktur jalan rumah warga, persawahan, hingga peternakan.Total ada 48 desa tersebar di 11 Kecamatan yang kena banjir.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Nadif Ulfia mengatakan, bencana banjir yang melanda di Kabupaten Bojonegoro, taksiran kerugian itu dengan rincian awal yakni Rp1.036.000.000.
“Ditambah dengan total kerugian dari beberapa desa yang ada di Kecamatan Baureno yakni Rp857.500.000. Jumlah total taksiran kerugian akibat banjir mencapai Rp1.893.500.000 miliar,” ungkapnya, kemarin (11/3).
Menurut Ulfia Nadif, banjir beberapa hari lalu. Tercatat, ada 48 desa dari 11 Kecamatan di Bojonegoro yang dilanda musibah banjir. Ke 48 desa yang terkena dampak luapan kali Pacal maupun Bengawan Solo yang tersebar di Kecamatan Bojonegoro Kota, Trucuk, Balen, Kanor, Dander, Kapas, Sukosewu, Temayang, Kepohbaru, Kalitidu, dan Baureno. Namun kini desa-desa tersebut kini sudah kembali normal, seiring kondisi berada di bawah siaga.
“Banjir di Kecamatan Baureno sendiri telah menggenangi 14 desa dan mengakibatkan jalan, rumah serta ratusan hektar lahan pertanian terendam,” jelasnya.
Meski kondisi dengan terus menurun trend air Bengawan Solo hingga kini TMA dipapan ukur di Bojonegoro ditetapkan sudah di bawah siaga.
Namun, BPBD Bojonegoro terus meningkatkan kewaspadaan dalam mengatasi banjir luapan Bengawan Solo, terlebih lagi, intensitas hujan masih terjadi di wilayah Bojonegoro. Dengan masih terjadinya hujan di Kabupaten Bojonegoro diimbau agar terus meningkatkan kewaspadaannya. [bas]

Tags: