442 Pelamar CPNS Kabupaten Probolinggo Tak Penuhi Syarat

Para PNS kabupaten Probolinggo.

Kab.Probolinggo, Bhirawa

Jumlah pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Probolinggo mencapai 4.380 orang. Namun, setelah divalidasi tim Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo, 442 pelamar dinyatakan tidak memenuhi syarat. Sehingga, mereka dipastikan tidak bisa mengikuti tes seleksi CPNS. Sedangkan pendaftar CPNS Pemkot Probolinggo 1.443, lolos verifikasi 786.
Dari data pelamar yang telah memenuhi syarat dan masuk ke BKN ada 3.938 peserta. Dari sejumlah formasi yang disediakan, ada beberapa formasi yang ternyata tidak ada pelamarnya. Yakni, formasi khusus, lulusan terbaik berpredikat pujian, formasi penyandang disabilitas, dan formasi eks tenaga honorer kategori II. Hal ini diungkapkan kepala BKD Kabuapten Probolinggo Abdul Halim, Selasa 23/10.
Dari 13 kuota yang disediakan, hanya terisi 9 kuota. Sedangkan untuk formasi umum full. “Kuota penerimaan CPNS di Kabuapten Probolinggo tahun ini sebanyak 295 CPNS. Alhamdulillah, formasi umum semua terpenuhi atau ada pelamarnya. Tapi, ada formasi khusus yang kosong pelamarnya,” ujarnya.
Diketahui, formasi rekrutmen CPNS untuk Pemkab Probolinggo terbagi menjadi dua formasi. Khusus dan umum. Formasi khusus ada 28 orang dengan rincian putra putri cumlaude 12 orang; disabilitas 3 orang; dan honorer kategori II 13 orang. Sedangkan, untuk formasi umum sebanyak 267 orang. Meliputi, rincian tenaga guru 214 orang; tenaga kesehatan 23 orang; dan tenaga teknis lainnya 30 orang.
Hasil validasi semua pelamar CPNS telah masuk ke BKN. Kini, tinggal menunggu proses dari BKN untuk pencetakan ID Card para peserta CPNS. Baru kemudian akan dilakukan tes seleksi CPNS. “Proses pendaftaran dan validasi syarat CPNS tidak mengalami kendala,” jelasnya.
Soal adanya sejumlah formasi khusus yang tidak terisi, Halim mengaku, tidak bisa berbuat banyak. Sebab, semua proses itu berbasis online dan sudah diumumkan kepada masyarakat.
Pihaknya juga masih menunggu petunjuk Bupati Probolinggo terkait pelamar CPNS dan hasil validasinya. “Kami akan meminta petunjuk pada Ibu Bupati untuk menyikapi formasi yang kosong pelamar itu,” lanjutnya.
Di kota Probolinggo dari 1.443 pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemkot Probolinggo, ternyata tak semua lolos verifikasi berkas. Hanya 786 pendaftar yang lolos verifikasi berkas.
Sejumlah 786 orang itu merupakan pendaftar di 122 formasi CPNS. Jumlah peserta yang lolos ini hampir 50 persen dari total pendaftar. “Kisaran yang lolos di bawah 1.000 peserta. Karena akan dicek berkas-berkas yang di-upload online,” ujar Kepala BKPSDM Kota Probolinggo Rachmadeta Antariksa.
Deta mengatakan, peserta yang lolos seleksi ini akan mengikuti tes kemampuan dasar yang akan dilaksanakan di Jember. Namun, dalam surat edaran itu belum disebutkan tanggal pelaksanaan tes kemampuan dasar ini. “Untuk pengumuman selanjutnya seperti tanggal tes akan diumumkan melalui website BKN,” ujarnya.
Lebih lanjut Abdul Halim mengatakan, sistem pendaftaran rekrutmen CPNS ini semuanya dilakukan secara online langsung ke Pemerintah Pusat. Sedangkan, pelaksanaan tesnya, Pemkab Probolinggo memilih menggelarnya di kantor regional Surabaya. Alasannya, pemkab tidak memiliki fasilitas untuk melaksanakan tes di daerah. Bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas tes, pelaksanaan tesnya dilaksanakan di kantor regional. Nah, untuk Kabupaten Probolinggo, ikut di kantor regional Surabaya, tandasnya.
“Kami sebenarnya ada fasilitas untuk UKG. Tapi, semua itu harus di-update, standarisasi dengan pusat. Komputernya harus standar, jaringan, listrik, dan virusnya harus dibersihkan. Karena itu, lebih aman Kabupaten Probolinggo ikut tes di Surabaya.
Demi mengatasi masalah ini, Pemkab Probolinggo telah mengangkat guru tidak tetap (GTT) berdasarkan SK Bupati. Jumlahnya mencapai 2.300 guru. Namun, jumlah ini belum mampu memenuhi kekurangan guru di SD sampai SMP, tambahnya.(Wap)

Tags: