Satgas Anti Judi Pilkades Polresta Blitar Amankan Pelaku

Tampak Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar saat menunjukkan barang bukti perjudian Pilkades di Kabupaten Blitar berupa uang tunai puluhan juta rupiah. [Hartono/Bhirawa]

Kota Blitar, Bhirawa
Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 167 Desa se-Kabupaten Blitar dicoreng dengan adanya aksi perjudian yang memanfaatkan salah satu calon Kades.
Atas kejadian ini Satuan Tugas (Satgas) Anti Judi Pilkades Polres Blitar Kota langsung mengamankan dua orang yang menjadikan momen Pilkades sebagai ajang perjudian. Kedua pelaku diantaranya SG (71) warga Rejotangan Tulungagung dan AKH (42) warga Sumberejo, Sanankulon, Kabupaten Blitar yang biasa disebut botoh ini diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota di barat TPS Desa Sumberingin Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar Selasa sore sekitar pukul. 15.30 Wib(15/10) kemarin.
“Setelah kita pantau, kami berhasil menangkap pelaku judi Pilkades yang TKPnya di TPS Sumberingin, dan pelaku yang kami amankan ada dua orang,” kata Kapolres Blitar AKBP Adewira Negara Siregar, Rabu (16/10) kemarin.
Lanjut Adewira, untuk kronologis penangkapan kedua botoh ini berawal dari laporan warga yang melihat kedua pelaku sedang berada di sebuah warung utara TPS Desa sumberingin. Bahkan keduanya sedang melakukan perbincangan dengan warga lainya terkait perjudian Pilkades. Karena merasa curiga dengan gerak gerik pelaku akhirnya hal ini dilaporkan ke Satgas anti judi Pilkades.
Kemudian petugas langsung mendatangi terlapor dan dilakukan penggeledahan. Saat digeledah petugas menemukan barang bukti berupa lembaran kertas bukti perjanjian perjudian dan uang tunai sebesar Rp 27.750.000. Setelah diamankan kemudian petugas membawa terlapor ke kantor Polres Blitar Kota untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Untuk barang bukti yang kita sita uang tunai sebesar Rp 27.750.000 dan kertas perjanjian perjudian, dimana modusnya pelaku memasang tahuran untuk empat pasang calon kades di desa setempat,” terangnya.
Selain itu dikatakan Adewira saat ini kedua pelaku yang diamankan harus menjalani proses hukum guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Keduanya dijerat pasal 303 KUHP tentang Perjudian dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.
“Kami akan terus mengembangkan perkara ini guna mengungkap jaringan di atasnya,” ujarnya.
Sementara perlu diketahui pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Blitar digelar Selasa (15/10) kemarin sebanyak 167 Desa di 22 Kecamatan se-Kabupaten Blitar. Dan untuk mencegah perjudian, Polres Blitar dan Polres Blitar Kota sangat inten untuk ikut mengawasi adanya aksi perjudian Pilkades yang disinyalir akan merusak proses demokrasi pelaksanaan Pilkades dengan membelokkan suara masyarakat karena aksi judi tersebut. Sehingga untuk mencegah dan mengantisipasi hal tersebut dibentuk Satgas Anti Judi Pilkades. [htn]

Tags: