284 Pelajar Bersaing Jadi Anggota Paskibraka

Kadispora Jatim Drs Supratomo MSi saat membuka seleksi anggota Paskibraka yang diikuti 284 pelajar terbaik dari Jatim di Islamic Center Surabaya, Selasa (23/4).

Pemprov Jatim, Bhirawa
Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) menjadi impian semua pelajar. Mereka rela berjuang ekstra keras untuk bisa menembus pasukan dengan seragam putih-putih itu.
Saat ini ada 284 pelajar dari 38 kabupaten/kota tengah bersaing untuk bisa menjadi anggota Paskibraka tingkat provinsi. Semua peserta seleksi memiliki kualitas prestasi belajar di atas rata-rata maupun fisik di atas rata-rata.
Namun dari 284 itu hanya akan direkrut 78 orang, kemudian dua orang terbaik akan dikirim untuk menjadi anggota Paskibraka nasional yang bertugas mengibarkan bendera merah putih di Istana Negara Jakarta pada Upacara Hari Kemerdekaan RI.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jatim Drs Supratomo MSi mengatakan, para peserta seleksi adalah pelajar terbaik dari seluruh Jatim. “Dari yang terbaik inilah kami akan memililih 78 yang paling baik. Sebanyak 76 pemuda akan menjadi anggota Paskibraka Jatim dan dua orang pilihan akan kita kirim untuk Paskibraka tingkat nasional,” katanya saat membuka Seleksi Anggota Paskibraka di Islamic Center Surabaya, Selasa (23/4).
Lebih lanjut Supratomo menjelaskan, sebelum mengikuti seleksi di tingkat provinsi, para peserta sudah mengikuti seleksi di daerah masing-masing. “Jadi yang mengikuti seleksi di tingkat provinsi adalah yang terbaik di daerah dan mereka sama-sama memiliki peluang untuk lolos,” katanya.
Sementara itu Kabid Kepemudaan Dispora Jatim Abdul Haris Ramadhan menjelaskan persyaratan untuk menjadi Paskibraka adalah SMA (sederajat) usia 16-18 tahun, memiliki tinggi badan 170 – 180 cm (putera) dan 165 – 175 cm (puteri), berkepribadian dam berakhlak mulia, aktif berbahasa Inggris.
“Selain itu mereka harus menguasai seni dan budaya daerah asal, putera daerah asli (sesuai KTP), aktif di organisasi sekolah atau kemasyarakatan dan lulus seleksi tingkat kabupaten/kota,” terang Haris. [wwn]

Tags: