28 WBP Beragama Hindu Diusulkan Dapat Remisi Nyepi

Pargiyono

Surabaya, Bhirawa
Perayaan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Kamis (7/3) mendatang membawa berkah bagi sebagian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) dan Rutan (Rumah Tahanan) di Jatim.
Sebanyak 28 WBP yang beragama Hindu diusulkan untuk mendapatkan remisi (pengurangan masa hukuman). Hal itu dibenarkan Kadiv Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Jatim Pargiyono. Pihaknya mengatakan, 28 WBP ini akan diusulkan oleh Kanwil Kemenkumham Jatim guna memperoleh remisi.
“Karena sifatnya remisi khusus, maka ada syarat tertentu. Yang pasti dalam remisi khusus Hari Raya Nyepi ini diperuntukkan bagi WBP yang beragama Hindu,” kata Pargiyono, Senin (4/3).
Pargiyono menjelaskan WBP yang mendapat remisi atau pengurangan masa hukuman ini bervariasi. Remisi diberikan antara 30 sampai 60 hari. Meski memperoleh remisi, Pargiyono memastikan bahwa tidak ada WBK yang bisa langsung bebas.
“Semuanya masuk kategori Remisi Khusus I. Artinya masih harus menyelesaikan masa pidananya,” jelasnya.
Masih kata Pargiyono, pemberian remisi ini bukanlah sebagai bentuk obral hukuman. Justru membuktikan bahwa pembinaan yang dilakukan Lapas dan Rutan berhasil. Karena, salah satu syarat mendapat remisi adalah berkelakuan baik dan tidak pernah mendapat hukuman disiplin.
“Sebelumnya, WBK juga wajib mengikuti kegiatan pembinaan yang ada di Lapas maupun Rutan,” tegasnya.
Sambung Pargiyono, kepastian remisi untuk 28 WBP ini masih harus menunggu keputusan dari Ditjen Pemasyarakatan. Namun, mereka sudah 99% pasti mendapat remisi. “Karena sistem kita sudah online, sehingga tidak mungkin lagi petugas memanipulasi data,” ungkapnya.
Adapun WBK di Lapas dan Rutan Jatim yang mendapat remisi khusus Hari Raya Nyepi, di antaranya di Lapas Kelas I Surabaya sebanyak empat WBK mendapat remisi 1 bulan 15 hari , Lapas Kelas I Malang sebanyak 5 WBK mendapat remisi 30 hingga 60 hari , Lapas Kelas I Madiun sebanyak satu WBK mendapat remisi 1 bulan 15 hari.
Seperti diketahui, remisi khusus hari raya keagamaan ini selalu diusulkan oleh Kanwil Kemenkumham Jatim. Sebelumnya, pada Hari Raya Natal 2018 sebanyak 387 WBP berstatus narapidana mendapatkan remisi. Dan 10 di antaranya bisa langsung menghirup udara bebas.
Sebanyak 378 WBP yang mendapatkan remisi Natal itu tersebar di 35 Lapas maupun Rutan di seluruh Jatim. Saat ini, di Jatim jumlah narapidana yang beragama Nasrani mencapai 471 orang. Sedangkan jumlah penghuni keseluruhan mencapai 27.164 WBP (data per 21 Desember 2018). [bed]

Tags: