250 Guru Ikut Sertifikasi sebagai Pelatih Profesional

Para guru sedang diperiksa kelengkapannya sebagai syarat lolos dari uji kompetensi tersebut.

Sidoarjo, Bhirawa
Lembaga Pendidikan Ma’arif Kabupaten Sidoarjo berkerjasama dengan LSP POR (Lembaga Sertifikasi Profesi Pelatih Olah Raga) mengadakan uji kompetensi bagi guru-guru olah raga.
Sekitar 250 guru di lingkungan LP Ma’arif yang dilibatkan, mulai dari guru SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA. Diharapkan mereka dapat sertifikat dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).
“Setelah mereka mendapatkan sertifikat, otomatis mereka layak menjadi guru olahraga, menjadi pelatih yang professional atau kegiatan event olah raga yang lain. Bahkan yang paling membanggakan, sertifikat yang diperoleh para guru tersebut, juga diakui di negara-negara ASEAN,” jelas Ketua LP Ma’arif Kabupaten Sidoarjo Misbahuddin, disela-sela memantau uji kompetensi, (4/7).
Menurutnya, di LP Ma’arif Sidoarjo ini guru olah raganya ada sekitar 300 orang, tetapi yang ikut uji kompetensi ini sekitar 250 orang.
“Perlu diketahui pula, bahwa uji kompetensi ini mendapatkan subsidi dari pemerintah pusat, jadi guru yang ikut uji kompetensi ini adalah gratis alias tidak dipungut biaya,” jelas Abah Misbah sapaan akrabnya.Menurut Abah Misbah, setelah lulus uji kompetensi tentu saja banyak kelebihan, dengan sertifikatnya mereka bisa menjadi guru di luar, menjadi pelatih di luar. Agar mereka tidak lari dari sekolah yang sekarang ditempati. Maka butuh berbagaimacam fasilitas, sekolah kita atau madrasah kita harus mempersiapkan sarpras yang lebih baik.
“Ini untuk meningkatkan mutu dan kualias pendidikan peserta didik kita dimasa yang akan datang,” pungkasnya .
Muhammad Taufik Kurniawan guru olah raga SMP TPI (Taman Pendidikan Islam) Gedangan mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan uji kompetensi ini, karena bisa menambah ilmu yang bermafaat untuk dirinya maupun untuk lembaga pendidikan yang ada di Sidoarjo, khususnya LP Ma’arif Sidoarjo.
Ia juga mengaku sebagai guru harus bisa melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik, dan berharap kedepan bisa menjadi guru atau pelatih yang professional, karena sudah mendapatkan sertifitakasi tersebut.
“Dalam uji kali ini, kami harus mempersiapkan berkas-berkasnya, juga persiapan mental, bahkan persiapan fiksi pun siap bila aja ujian praktek langsung,” harapnya. [ach]

Tags: