DLH Jombang Pastikan Sungai Berbusa Lima Meter Efek Pabrik Plastik

Kondisi plastik bungkus deterjen di tempat usaha milik Pujo Hartono, Rabu siang (09-01) [Arif Yulianto/ Bhirawa]

Jombang, Bhirawa
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang memastikan, fenomena sungai berbusa setinggi 5 meter yang terjadi di Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang adalah efek dari aktifitas pabrik pengolahan plastik di Desa Godong, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang. Kepala DLH Jombang, Yudhi Adrianto menandaskan, pabrik tersebut saat ini belum mengantongi Ijin Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Dari penelusuran ternyata dari limbah deterjen berasal dari industri pengolahan plastik CV. Pandu Kencana. Tidak ada unsur kesengajaan, ketika proses pembersihan plastik dimasukkan dalam tampungan, hujan lebat dan meluber aliran irigasi sampai sungai,” papar Yudhi kepada wartawan di kantornya, Rabu pagi (09/01).
Yudhi menambahkan, karena tidak memiliki IPAL limbah cair, maka pihak DLH Jombang meminta pemilik industri pengolahan plastik tersebut menghentikan aktivitas untuk sementara waktu.
“Hari ini kita luncurkan surat dan langsung diambil tindakan ke 2. Jadi biasanya tahapan penindakan pertama teguran, kedua pemberhentian operasional sementara, ketiga pembekuan ijin dan ke empat pencabutan ijin. Nah ini langsung kita tindak pemberhentian operasional sementara. Industri ini mengantongi ijin BLH (sebelum jadi DLH) tahun 2011 lalu,” tambahnya menerangkan.
Meski telah diambil tindakan, Yudhi memastikan bahwa, penelitian terhadap kandungan air singai yang telah diambil ‘sampling’nya oleh DLH Jombang, tidak berhenti sampai di sini saja.
“Penelitian berlanjut dan hasilnya menunggu penelitian laboratorium,” tandasnya.
Sementara itu dikonfinfirmasi terpisah, pemilik CV. Pandu Kencana, Pujo Hartono mengaku produksi plastik bungkus deterjen baru pertama kali dilakukan di tempatnya.
“Rekomendasi DLH yakni perbaikan IPAL, produksi dihentikan. Kami akan mematuhi rekomendasi tersebut,” kata Pujo Hartono.
Pujo menambahkan, bahan plastik bungkus deterjen diambilnya dari Surabaya dan akan dikembalikan pasca peristiwa munculnya busa di sungai di Desa Jatipelem, Diwek, Jombang tersebut.
“Saya ambil sekitar 4 ton. Yang diolah baru sekitar 4 kwintal. Nanti barangnya mau saya kembalikan saja,” tutupnya.(rif)

Tags: