Diduga Gelapkan Dana Apdesi, Camat Dringu Kab Probolinggo Dipolisikan

Kepala Dinas PMD Heri Sulistyanto (dua dari kanan) saat klarifikasi.

Kab Probolinggo, Bhirawa
Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, melaporkan Camat Dringu Kristiana Ruliani ke Polres Probolinggo. Apdesi menuding Kristiana menggelapkan dana bimbingan teknik (bimtek) kepala desa se-Kecamatan Dringu di tahun 2017. Namun semua itu dibantah Kristiana saat dilakukan klarifikasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Probolinggo.
Ketua dan sekretaris Apdesi Kecamatan Dringu mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Probolinggo. Dengan membawa surat aduan dan bukti dalam amplop, mereka menyampaikan untuk membuat laporan. Yakni, tentang dugaan penggelapan dana bimtek yang dilakukan Kristiana, Rabu kemarin.
Ketua Apdesi Kecamatan Dringu Bukhairi, Sabtu 8/12 mengatakan, dana bimtek yang dikumpulkan kepala desa se-Kecamatan Dringu pada pertengahan tahun lalu tidak ada realisasinya. Padahal, uang bimtek yang dikumpulkan itu mencapai Rp 14 juta.
“Dana bimtek yang terkumpul itu bukan dari dana desa. Karena memang tidak ada anggaran kegiatan itu di dana desa. Itu, inisiatif kepala desa dan hasil swadaya kepala desa se-Kecamatan Dringu,” ujarnya.
Kepala Desa Dringu itu menjelaskan, tahun lalu pihaknya ingin mendapatkan ilmu dalam hal pemerintahan desa dengan menghadirkan narasumber dari Polres. Keinginan Apdesi itu diamini Camat Dringu dan disetujui diadakan bimtek. Karena tidak ada anggaran untuk kegiatan bimtek, para kepala desa berinisiatif iuran. “Hasil swadaya kepala desa malah dilenyapkan. Ini, sudah melampaui batas yang dilakukan oknum camat yang kufur nikmat,” katanya.
Bukhairi mengaku, pihaknya sudah mengklarifikasi masalah ini kepada Rustiana. Hasilnya, koordinator bendahara kecamatan menyebutkan, dana itu tersisa sekitar Rp 650 ribu. Selebihnya, dana itu terpakai untuk kegiatan camat. “Camat juga pernah menyampaikan kepada saya kalau dana kegiatan bimtek itu sudah terpakai kegiatan lain. Tanpa ada konfirmasi dana bimtek disalahgunakan dan tidak jelas peruntukannya,”jelasnya.
Polemik dana bimbingan teknis (bimtek) kepala desa se-Kecamatan Dringu, mengundang perhatian. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Probolinggo. Kepala Dinas PMD Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto mengaku, pihaknya langsung mengumpulkan para kepala desa dan bendahara desa se-Kecamatan Dringu di Kantor Kecamatan Dringu.
Tujuannya, mengklarifikasi soal aduan Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Dringu. “Ini, sudah saya rapatkan dan klarifikasi semua, memang benar para kepala desa se-Kecamatan Dringu berinisiatif ingin adakan bimtek dengan narasumber dari kepolisian. Sehingga, akhirnya terkumpul dana Rp 14 juta, ungkapnya.
Dana itu tidak pernah diterima Camat Dringu. Melainkan masih utuh dipegang koordinator bendahara desa Kecamatan Dringu. “Kami sudah buatkan berita acara yang menyatakan dana bimtek itu masih ada. Dan, soal aduan penggelapan dana bimtek itu tidak benar,” paparnya.
Koordinator Bendahara Desa Kecamatan Dringu Satimin mengakui, dana bimtek Rp 14 juta itu masih ada. Menurutnya, ada salah pengertian yang diterima Apdesi soal dirinya yang menyampaikan dana bimtek sempat dijadikan dana talangan untuk kegiatan lain. Danana bimtek itu masih utuh dan tidak terpakai sama sekali. “Uang bimtek itu ada. Sekarang juga uang itu masih utuh,” ujarnya memastikan.
Namun, terkait adanya pertemuan yang digelar Dinas PMD, Bukhari tidak mau memberikan keterangan. Alasannya, dirinya tidak diundang dan tidak hadir dalam pertemuan itu. Sedangkan, Camat Dringu Kristiana sebelumnya memang sudah menyatakan jika dirinya tidak pernah memegang uang bimtek tersebut.
Terkait permasalahan ini, Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto mengatakan, kasus ini sifatmya aduan. Namun, tetap akan ditindaklanjuti dengan menyelidiki perkaranya, tambahnya.(wap)

Tags: