Tujuh Jam Hitung Recehan untuk Dirikan Sekolah Darurat

Staf Dinas Pendidikan Jatim menghitung donasi yang terkumpul dari insan pendidikan Jawa Timur untuk membatu keperluan pemulihan pendidikan di wilayah Sulawesi Selatan pasca diterjang tsunami.

Bahu-membahu Bantu Dampak Bencana Lombok dan Sumsel
Kota Surabaya, Bhirawa
Berbagai peristiwa bencana dialami sejumlah wilayah di Indonesia. Mulai dari gempa di Lombok hingga Tsunami di Sulawesi Selatan. Kedua peristiwa perih itu berhasil memantik rasa simpati masyarakat Jatim untuk saling meringankan beban duka dan memperbaiki kerusakan.
Berita gempa 7,4 SR diiringi dengan tsunami di pantai sisi barat pulau Sulawesi seketika menarik rasa prihatin pemerintah dan masyarakat di Jatim. Khususnya insan pendidikan se Jawa Timur yang serentak bahu – membahu mengumpulkan donasi untuk membantu wilayah terdampak. Salah satunya pendirian sekolah darurat.
“Begitu mendengar peristiwa itu, kita langsung meminta izin Pak Gubernur untuk menggalang donasi ke insan pendidikan di Jatim. Setelah diizinkan, kita langsung gerak,” tutur Sekretaris Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Ramliyanto. Dari langkah tersebut, lanjut dia, sambutan masyarakat sngat positif. Mulai dari siswa, guru, hingga wali murid berpartisipasi mengumpulkan donasi.
Pada gelombang pertama, dana itu telah terkumpul sebesar Rp 1,5 miliar. Wujudnya didominasi uang recehan dan uang pecahan kecil. Bahkan saat uang tersebut disetorkan ke bank, butuh seekitar tujuh jam untuk menghitungnya. “Kita setorkan ke Bank Jatim uang recehan itu. Jadi di bank kita menghitung uang Rp1,5 miliar itu mulai jam 09.00 sampai 16.00 baru selesai,” tutur dia.
Setelah donasi tahap pertama disetorkan ke bank, dana sumbangan kembali mengalir. Total keseluruhan menjadi Rp2,6 miliar dan masih terus berlanjut. “Donasi itu nanti akan kita serahkan untuk keperluan pendidikan di wilayah bencana. Bentuknya seperti membuat sekolah darurat. Kita belum tahu berapa unit yang bisa dibangun dengan dana sebesar itu,” ungkap Ramli.
Setelah semua donasi terkumpul, lanjut Ramli, pihaknya akan meminta persetujuan Gubernur Jatim untuk segera mendistribusikan. Seperti halnya saat gempa di Lombok, insan pendidikan Jatim juga menyalurkan Rp1,5 miliar untuk perbaikan sekolah di lokasi bencana. “Bantuan ini harua digunakan sesuai kesepakatan. Kita sudah komunikasi dengan penerimanya dan segera disalurkan segera selesai proses penggalian dana dan mendapat persetujuan Pak Gubernur,” tandasnya.
Selain insan pendidikan, bantuan berupa logistik juga terus dialirkan Pemprov Jatim melalui BPBD Jatim. Mulai dari makanan hingga bantuan perlengkapan sehari-hari masih tersedia untuk sewaktu-waktu dikirim ke lokasi bencana. “Sekarang kita fokus untuk bantuan di Sulawesi Selatan. Sementara gempa Lombok sudah selesai. Sekarang tinggal recovery terkait kondisi perekonomian di Lombok,” tutur Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatom Aries Agung Paeway.
Bantuan untuk Sulawesi Selatan, lanjut dia, akan terus mengalir hingga pemerintah pusat mengatakan berhenti. Sementara untuk Lombok, pekan ini telah ditandatangani kerjasama di delapan sektor untuk membantu pemulihan sektoe ekonomi. “Pemerintah setempat meminta kerjasama langsung dengan Pemprov Jatim untuk percepatan pemulihan ekonomi,” tutur Aries.
Delapan bidang yang dikerjasamakan itu antara lain, bidang perikanan dan kelautan, kehutanan, Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tenaga kerja, peternakan, perindustrian, perdagangan, serta penanaman modal. Kesepakatan peningkatan kerjasama tersebut langsung dilakukan oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua belah pihak.
Oleh Asisten Administrasi Umum Sekdaprov Jatim Dr Ir I Made Sukartha diungkapkan, PKS yang dilakukan Pemprov Jatim bersama Pemprov NTB ini selain untuk meningkatkan jalinan kerjasama kedua belah pihak yang telah dilakukan sejak Tahun 2012, juga bertujuan untuk mendorong pertumbuhan perdagangan antar provinsi.
“Jadi, kedatangan NTB kepada Jatim ini adalah sebagai keluarga, prinsipnya, bukan what can I do for you, tapi how can I do for you. Ini adalah hubungan persaudaraan. Bagaimana Jatim dapat melakukan sesuatu untuk membantu pemulihan kondisi atau recovery, khususnya recovery ekonomi pasca musibah bencana alam di NTB katanya.
Berdasarkan data BPS, imbuh Asisten Made, neraca perdagangan antar pulau Jatim pada tahun 2017 mengalami surplus sebesar Rp. 101,15 trilyun, dengan rincian ekspor antar pulau sebesar Rp. 387,24 trilyun dan import Rp. 286,09 trilyun. “Capaian ini tentunya salah satu kontribusi hasil kerja sama Jawa Timur NTB terangnya.
Ditambahkan, usai penandatanganan PKS, kedua belah pihak akan membahas secara detail kerjasama yang akan dilakukan. Diantaranya, pemetaan komoditas-komoditas yang dibutuhkan, sharing strategi pembangunan yang berhasil di wilayah masing-masing, dan lainnya. Sehingga, PKS ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik di Jatim maupun NTB. [Adit Hananta Utama]

Tags: