Singky Soewadji Desak Dirut PDTS KBS ‘Batalkan’ Rencana Night Zoo

Singky Soewadji

Surabaya, Bhirawa
Inovasi Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang berencana akan membuat konsep Night Zoo atau berkeliling kebun binatang di malam hari, mendaptkan respon tegas dari Singky Soewadji pemerhati satwa.
Menurut Singky, rencana Night Zoo di Kebun Binatang Surabaya (KBS) menunjukkan bahwa Direksi tidak mengerti tentang dunia konservasi, khususnya apa itu Night Zoo.
“Sebaiknya angan-angan itu dibatalkan, dan lebih baik fokus perbaikan management satwa,” ucapnya kepada media ini Jumat (09/11/2018).
Kalau sampai siang dan malam diperagakan, kata Singky, dengan kondisi luasan lahan yang ada sekarang, apa lagi pakai musik dan tata cahaya, pertanyaannya kapan satwa di KBS bisa beristirahat.
“Night Zoo itu harus berada di space terpisah dan satwa yang beda dengan satwa yang sudah diperagakan pada siang harinya,” tuturnya.
Tidak hanya itu, Singky juga mengatakan jika masih banyak persoalan di KBS, diantaranya terkait gugatan di PTUN, dan Dana hasil pengelolaan TPS sebelum KBS dikelola oleh PDTS KBS yang perlu diaudit.
“Selanjutnya dana tersebut setelah diaudit bisa masuk ke Kas PDTS KBS, karena dana tersebut sejatinya milik KBS,” kritiknya.
Untuk itu, Singky menyarankan agar Direksi KBS lebih baik fokus pikirkan Harimau Sumatera KBS yang belum bisa dikawinkan hingga bisa punya keturunan, dan koleksi Singa yang lumpuh juga tidak bisa mempunyai keturunan.
“Belum lagi satwa single yang tidak miliki pasangan serta satwa yang over populasi seperti Komodo, Jalak Bali, Babi Rusa dan Bekantan,” tandasnya.
Respon Singky Soewadji ini menanggapi pemberitaan yang beredar di salsahsatu media online, jika Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) terus berinovasi. Rencananya, pada 2019 mendatang pihak pengelola akan membuat konsep night zoo atau berkeliling kebun binatang di malam hari.
“Akan kami mulai lakukan pembangunan night zoo di Kebun Binatang Surabaya untuk 2019 mendatang,” kata Direktur Utama PDTS KBS, Chairul Anwar.
Chairul menuturkan pembangunan Night Zoo memang sudah lama di cita-citakan. Ia dan tim sedang mempertimbangkan apakah akan bekerja sama dengan pihak swasta dalam pembangunan Night Zoo ini.
“Night Zoo adalah cita-cita lama kami. Semoga cepat terlaksana pembangunannya,” sambungnya.
Chairul menjelaskan konsep Night Zoo akan membawa pengunjung layaknya seperti berada di hutan Afrika. KBS tak hanya dibuat gelap, pengelola akan mempersiapkan sentuhan permainan cahaya atau lighting dan musik.
“Kami akan berikan putaran-putaran api guna menciptakan suasana hutan Afrika sesungguhnya,” ujarnya.
Tak hanya itu, nantinya Pengunjung akan langsung disuguhkan tak hanya suasana tapi juga perilaku dan suara dari hewan-hewan malam saat memasuki KBS Night Zoo.
Pihak KBS juga akan menyediakan area khusus untuk pengunjung agar dapat menikmati pertunjukkan dengan nyaman dan aman.
“Pada pertunjukkan ini, para hewan nocturnal akan masuk satu persatu secara perlahan. Hewan-hewan itu antara lain macan kumbang, burung hantu, serta elang,” paparnya.
Chairul mengungkapkan dalam persiapan membangun wahana Night Zoo, pihaknya harus bekerja lebih ekstra. Seperti halnya soal keamanan, letak Night Zoo serta temperatur kandang.
“Penggunaan energi saat malam hari juga harus diperhatikan,” ucapnya.
Sementara itu, pihaknya akan meletakkan wahana Night Zoo pada sisi belakang KBS. Untuk pintu masuk dan keluarnya pihaknya masih memikirkan.
“Pintu masuknya akan dipisah, harus ada signing yang jelas” pungkasnya. [dre]

Tags: