Penambahan Sarpras Damkar di Kabupaten Nganjuk Sangat Mendesak

Tugas berat dan resiko tinggi petugas pemadam kebakaran Pemkab Nganjuk harus diimbangi dengan sarana dan prasarana yang memadai.(ristika/bhirawa)

Nganjuk, Bhirawa
Tingginya intensitas kebakaran di Kabupaten Nganjuk akhir-akhir ini menuntut adanya perhatian lebih dari Pemkab Nganjuk. Sarana dan prasaran (Sarpras) pemdam kebakaran yang saat ini dimiliki Pemkab Nganjuk dinilai jauh di bawah standar minimal keselamatan petugas pemadam kebakaran dan pelayanan terhadap masyarakat jika terjadi musibah kebarakan.
Kekurangan sarana dan prasarana pemadam kebakaran diantaranya adalah ketersediaan baju tahan panas. Selain itu baju tahan yang merupakan standar minimal petugas pemadam kebakaran saat melakukan pekerjaaanya.
“Dengan resiko pekerjaan yang tinggi, dapat dikatakan kondisi PMK Nganjuk masih sangat jauh dengan standarisasi jika dibandingkan dengan daerah lain,” ujar Drs Abdul Wakid, Kepala Satpol PP dan Damkar Pemkab Nganjuk.
Dikatakan Abdul Wakid, untuk memenuhi kekurangan sarana dan prasarana di PMK, pihaknya telah mengajukan anggaran untuk pembelian 1 unit mobil pemadam baru. Selain itujuga pengadaan 1 unit mobil tangki pemasok air untuk melengkapi tiga unit mobil pemadam kebakaran yang ada saat ini.
Disamping itu sarana lain yakni baju tahan panas dan baju tahan api untuk personel pemadam kebakaran juga akan dianggarkan pada APBD 2019. Pengajuan tambahan anggaran untuk sarana dan prasarana untuk pemadam kebakaran sangat beralasan. Indikasinya, intensitas kebakaran ditahun 2018 ini mengalami peningkatan 100% lebih.
“Tahun 2017 musibah kebakaran di Kabupaten Nganjuk hanya 40 kejadian selama setahun. Sedangkan tahun 2018 hingga awal November ini sudah mencapai 85 kejadian,” terang Abdul Wakid.
Dibanding daerah lain seperti Madiun, Kediri, Bojonegoro dan Jombang, UPT Pemadam Kebakaran Pemkab Nganjuk masih sangat jauh dibawahnya. Karena itu untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khusus untuk kebakaran, perlu adanya peningkatan sarana dan prasarana.
“Tahun 2019 UPT Pemadam Kebakaran memang sudah selayaknya ditambah, mengingat tingginya intensitas musibah kebakaran dan pelayanan terhadap masyarakat yang mengalami musibah juga harus prima,” pungkas Abdul Wakid.(ris)

Tags: