Pemkab Probolingo Sosialisasikan Sekolah Ramah Anak PAUD

Ratusan guru PAUD dapat sosialisasi sekolah ramah anak.

(Pelayanan Terintegrasi dengan Posyandu) 

Pemkab Probolinggo, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) memberikan sosialisasi sekolah ramah anak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Sosialisasi ini mengambil tema Dalam Rangka Membangun Karakter Peserta Didik di Sekolah.
Kegiatan ini merupakan penetapan lembaga PAUD sebagai sekolah ramah anak dengan tujuan lembaga sebagai sebuah konsep pendidikan yang ideal diberikan kepada anak usia sekolah. Sosialisasi ini diikuti oleh 110 orang peserta terdiri dari Kepala PAUD 24 kecamatan, Penilik PAUD, perwakilan IGTKI dan Himpaudi se-Kabupaten Probolinggo.
Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina melalui Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter PAUD, PNF Joely Sandyendraswari Soekarni Johadi, Sabtu 10/11 mengatakan konsep sekolah ramah anak merupakan program untuk mewujudkan kondisi aman, bersih, sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup yang mampu menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi dan perlakuan salah lainnya, selama anak berada di satuan pendidikan serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran dan pengawasan.
Sekolah ramah anak bukanlah membangun sekolah baru, namun mengkondisikan sebuah sekolah menjadi nyaman bagi anak serta memastikan sekolah memenuhi hak anak dan melindunginya. Karena sekolah menjadi rumah kedua bagi anak setelah rumahnya sendiri, katanya.
Menurut Endras, panggilan akrab Joely Sandyendraswari Soekarni Johadi, penerapan sekolah ramah anak dilaksanakan dengan merujuk 6 (enam) komponen penting meliputi adanya komitmen tertulis yang dapat dianggap kebijakan tentang sekolah ramah anak, pelaksanaan proses pembelajaran yang ramah anak serta pendidik dan tenaga kependidikan terlatih hak-hak anak.
Selain itu, sarana dan prasarana yang ramah anak, partisipasi anak serta partisipasi orang tua, lembaga masyarakat, dunia usaha, pemangku kepentingan lainnya dan alumni, jelasnya.
Endras menerangkan ada 5 (lima) tahap pengkatagorian sekolah ramah anak. Sebuah lembaga bisa menjadi sekolah ramah anak apabila sudah melalui 5 (lima) tahap tersebut. Sehingga tidak bisa sebuah lembaga langsung menjadi sekolah ramah anak.
Nanti ada levelnya mulai dari level 1, 2, 3, 4 dan 5. Masing-masing level ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi oleh sebuah lembaga PAUD. Kalau sudah berada pada level 5 maka bisa dikatakan lembaga tersebut adalah sekolah ramah anak, terangnya.
Dengan adanya sekolah ramah anak ini Endra mengharapkan nantinya terwujudnya sekolah yang aman dan menyenangkan bagi peserta didik karena bebas dari kekerasan antar peserta didik maupun kekerasan yang dilakukan oleh pendidik dan tenaga kependidikan serta terbentuknya perilaku pendidik dan tenaga kependidikan yang berprespektif anak.
Selain itu, penerapan disiplin positif yang membantu anak untuk berfikir dan bertindak benar untuk anak yang dianggap melalaikan kewajibannya bukan sanksi atau hukuman yang selama ini dilakukan. Sekaligus meningkatkan partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran dan dalam pengambilan keputusan di sekolah, tandasnya.
Lebih lanjut Dewi Korina menuturkan, salah satunya yang sudah eksis dalam setiap sebulan sekali Pos PAUD Desa Besuk Agung binaan dari PKBM Insan Cendekia Kecamatan Besuk bergabung menjadi satu kegiatan dengan posyandu di Balai Desa Besuk Agung Kecamatan Besuk.
Dalam kesempatan tersebut semua berkumpul mulai dari bidan desa, Ketua LPP, kader dan Bunda Pos PAUD. Mereka mendapatkan materi bekerja sama dan pengarahan dari Ketua LPP dan bidan desa tentang kesehatan mata.
Perawatan dan pemenuhan gizi nutrisi para baduta agar tumbuh kembang normal dan sempurna semua organ tubuh para baduta sangatlah penting. Melalui program Pos PAUD yang ada di 7 desa se-Kecamatan Besuk telah terpadu rutin setiap bulan bersama Puskesmas Besuk dan Bago, tambahnya.(Wap)

Tags: