Pemerintah Kabupaten Probolinggo Gelar Temu Usaha

Pemkab gelar temu usaha profesionalisme di bidang peternakan.

Kab.Probolinggo, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) menggelar temu usaha dengan tema “Meningkatkan Profesionalisme dan Entrepreneurship Peternak Kabupaten Probolinggo Menuju Peternakan Terintegrasi” di Paiton Resort Hotel Kecamatan Paiton.
Temu usaha yang dibuka oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Probolinggo Muh Happy ini diikuti oleh 85 orang peserta terdiri dari OPD, kecamatan dan pelaku usaha di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Sebagai narasumber hadir Prof. Dr. Ir. Muladno, MSA selaku Guru Besar Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat.
Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Endang Sri Wahyuni melalui Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Bina Usaha drh. Yukti Widiatmaningsih, Jum’at 16/11 mengungkapkan temu usaha ini sejalan dengan visi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Probolinggo yakni terwujudnya ketahanan pangan asal hewan yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) serta masyarakat peternakan dan kesehatan hewan yang tangguh, sejahtera, berbasis sumber daya lokal dan berwawasan lingkungan.
“Temu usaha ini bertujuan untuk memupuk jiwa wirausaha agar mampu bertahan dan mandiri serta untuk meningkatkan profesionalisme dan entrepreneurship guna menuju peternakan terintegrasi,” ungkapnya.
Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Probolinggo Muh Happy mengatakan Kabupaten Probolinggo yang merupakan gudang ternak berdasarkan hasil sensus BPS pada tahun 2015 rangking ke-3 sesudah Sumenep dan Tuban.
“Jumlah populasi ternak di Kabupaten Probolinggo setiap tahun meningkat dan berdasarkan data BPS tahun 2017, sapi potong sebanyak 266.844 ekor, sapi perah sebanyak 6.653 ekor, kambing sebanyak 67.489 ekor dan domba sebanyak 73.109 ekor. Diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” katanya.
Menurut Happy, mayoritas peternak di Kabupaten Probolinggo adalah peternak-peternak berskala kecil dengan karakteristik pemeliharaan secara tradisional/semi intensif dengan lahan yang terbatas, usaha peternakan bukan merupakan usaha utama dengan tidak mempertimbangkan aspek-aspek bisnis dan rata-rata kepemilikan rendah.
“Adapun potensi pengembangan peternak rakyat di wilayah Kabupaten Probolinggo meliputi lahan hijauan pakan ternak cukup luas, budaya beternak masih melekat pada masyarakat pedesaan, resiko kematian/kehilangan ternak dapat ditanggulangi dengan keikutsertaan asuransi ternak,” jelasnya.
Happy menerangkan bahwa di Kabupaten Probolinggo terdapat 8 (delapan) pasar hewan dan 6 (enam) Rumah Potong Hewan (RPH) serta beberapa perusahaan dan KUD. Seperti sapi potong oleh PT Santosa Agrindo di Kecamatan Tongas, sapi perah oleh KUD Argopuro di Kecamatan Krucil dan PT Surya Agro Pratama di Kecamatan Sumber, sapi, kambing dan domba oleh PT Agrogreat Indo Berkah di Kecamatan Wonomerto dan pengolahan bahan asal hewan oleh PT Suryajaya Abadi Perkasa.
“Keberhasilan dalam kegiatan Inseminasi Buatan, pada tahun 2018 sampai 31 Oktober 2018, jumlah kebuntingan sebanyak 50.552 ekor dan jumlah kelahiran sebanyak 44.915 ekor,” terangnya.
Dari kegiatan ini Happy mengharapkan ada upaya dari semua pihak agar kelompok-kelompok tani dan peternak dapat menjadi peternak profesional yang menerapkan peternakan yang baik. Yakni dengan menjadikan kelompok berbadan usaha dan mampu menghapus pola pikir lama yang hanya mengharapkan bantuan pemerintah serta mempunyai nilai tukar peternak, tambahnya.(Wap)

Tags: