Pekan Depan, Dewan Gresik Gelar Paripurna Pergantian Ketua DPRD

Nur Hamim menunjukan surat dari DPP Partai Golkar yang dikirim melalui ponselnya. [rokim/bhirawa

Gresik, Bhirawa
Satu bulan lebih jabatan Ketua DPRD Gresik kosong karena meninggal dunia. Namun pekan depan baru ada kabar baik pergantian, setelah rapat badan musyawarah (Banmus) menetapkan pekan depan akan dilakukan rapat paripurn, dengan agenda pemberhentian dan pengangkatan calon Ketua DPRD.
Wakil Ketua DPRD Gresik, Mohammad Syafi’ AM membenarkan, Senin (5/11) depan akan digelar rapat paripurna dengan agenda pemberhentian dan pengangkatan calon Ketua DPRD yang baru. Setelah menerima surat usulan pemberhentian Abdul Hamid, dari jabatan ketua dari Partai Golkar. Karena Abdul Hamid meninggal dunia, sedangkan untuk surat usulan calon penggantinya memang belum diterima.
”Jika dalam waktu dekat bisa diterima, maka penyampaiannya juga dijadwalkan secara bersamaan dalam rapat paripurna mendatang. Tapi kalau tidak segera dikirim, ya berarti agendanya (rapat paripurna, red) nanti hanya penetapan pemberhentian saja. Ketentuan itu, sudah diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 tahun 2018. Di dalam pasal 37 dan 38 menyebutkan, pimpinan dewan dapat diganti karena sejumlah faktor diantaranya karena meninggal dunia,” ujarnya.
Mekanisme pemberhentiannya, harus ada usulan dari partai kepada Pimpinan DPRD. Kemudian dibawa ke dalam rapat paripurna untuk diumumkan dan ditetapkan. Setelah itu, pimpinan DPRD menyampaikan keputusan pemberhentian pimpinan kepada Gubernur Jatim melalui Bupati. Sesuai ketentuan batas waktunya paling lambat masing-masing tujuh hari kerja, baik saat ditangan bupati maupun ada pada gubernur.
Ditambahkan Mohammad Syafi’ AM, ketentuan calon penggantinya mengacu sesuai pasal 39. Pengganti pimpinan DPRD yang diberhentikan harus berasal dari partai yang sama, dan proses pelantikannya tidak perlu menunggu sampai awal tahun seperti ketentuan pergantian alat kelengkapan dewan (AKD). Dan untuk PAW-nya pengganti Abdul Hamid, suratnya masih menunggu turun dari gubernur.
Sementara itu, Ahmad Nur Hamim membenarkan, pihaknya telah menerima surat tanggal 29 Oktober 2018, bernomor B-2059/GOLKAR/X/2018. Dari DPP yang menyebutkan dirinya sebagai calon Ketua DPRD Gresik, pengganti dari Abdul Hamid yang sudah meninggal. Dalam waktu dekat, surat juga akan dilanjutkan berkirim pada DPRD. [kim]

Tags: