Memprihatinkan, Warga Sidoarjo Masih BAB Sembarangan

Kasi Kesehatan Dinkes Sidoarjo, dalam pertemuan koordinasi kabupaten/kota sehat, kemarin, mengajak sharing semua lembaga di Pemkab Sidoarjo agar paham akan pentingnya kota sehat. [alikus]

Sidoarjo, Bhirawa
Kesadaran warga di Kabupaten Sidoarjo agar tidak buang air besar (BAB) sembarangan sampai 2018 ini masih sangat memprihatinkan. Sebab berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Sidoarjo, dari 353 desa/kelurahan hanya 66 desa yang tidak BAB sembarangan atau open devication free (ODF).
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kab Sidoarjo, Dr Zuhaida Mkes, mengaku prihatin dan menyebut program ODF di Kabupaten Sidoarjo ini masih kalah dengan sejumlah kabupaten di Jatim. Seperti Kabupaten Pacitan, Trengalek dan Pamekasan yang letaknya jauh dari pusat ibukota Provinsi Jatim, yakni Surabaya.
“Ini karena ODF di tempat kita masih 18 persen dari 353 desa/kelurahan,” ujar Zuhaida, ketika membuka pertemuan koordinasi kabupaten kota sehat dalam upaya menuju Swasti Saba Wiwerda, di ruang Delta Graha Setda Sidoarjo, Selasa (6/11).
Maka itu, menurut Zuhaida, meningkatkan kesadaran pemakaian jamban yang sehat untuk BAB bagi masyarakat desa, menjadi tugas bersama para OPD di Pemkab Sidoarjo. “Ini perilakunya yang harus kita sadarkan, kata orang di Sidoarjo ini banyak orang yang kaya, tapi kok daerah ini masih banyak yang BAB sembarangan, berarti ini perilakunya yang harus disadarkan,” kata Zuhaida.
Wilayah kecamatan yang dievaluasi dan verifikasi masih banyak rumah yang BAB sembarangan, diantaranya di Kecamatan Balongbendo, Kecamatan Tarik dan Kecamatan Candi. Jumlah rumah tiap kecamatan tidak sama. Sedangkan wilayah yang dievaluasi kondisi rumah yang tidak banyak BAB sembarangan atau ODF, diantaranya Kecamatan Sidoarjo Kota dan Kecamatan Tanggulangin.
Sementara itu, sempat disampaikan oleh Supaat Setia Hadi, Kasi Kesehatan Lingkungan Dinkes Sidoarjo, pertemuan koordinasi kabupaten kota sehat tersebut digelar, agar bisa mewujudkan kawasan kota yang sehat, aman dan tentram.
Disampaikan Supaat, bahwa Kab Sidoarjo di tingkat seleksi Provinsi Jatim, pada tahun 2018 ini meraih Swasti Saba Wiwerda. Tahun 2019 nanti akan melaju ke tingkat nasional. “Kita sengaja mengumpulkan para camat, kades/kelurahan dan puskesmas se-Sidoarjo ini untuk sharing mewujudkan Sidoarjo menjadi kota sehat,” kata Supaat.
Harapannya, program kota sehat ini benar-benar dipahami besama sama oleh semua lembaga yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Mulai di tingkat desa/kelurahan, Puskesmas, kecamatan dan OPD di Pemkab Sidoarjo. [kus]

Tags: