Masyarakat Dihimbau Segera Lakukan Perekaman E KTP Sebelum Terblokir

Tempat pelayanan baru Dispendukcapil Kota Mojokerto di komplek GMSC Jalan Gajah Mada kota Mojokerto.

(Dispendukcapil Kota Mojokerto Jemput Bola Datangi Lansia dan Difabel) 

Kota Mojokerto, Bhirawa
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Mojokerto secara gencar melakukan himbauan agar warga kota Mojokerto melakukan perekaman data E KTP. Karena jika tidak, maka data administrasi kependudukan warga yang belum perekaman bisa terblokir.
Bahkan untuk melakukan kualitas pelsysban adminduk, Dispendukcapil Kota Mojokerto aktif  melakukan jemput bola perekaman e-KTP ke kelurahan – kelurahan. Diantaranya yang menjadi prioritas untuk didatangi ke kediamannya adalah  tempat tinggal para difabel dan kelompok lanjut usia atau lansia.
“Target kita sampai akhir tahun 2018 semua warga sudah perekaman, karena kalau belum perekaman, maka data adminduk mereka bisa  terblokir, ” terang Kepala Dispendukcapil Kota Mojokerto, Muhamad Imron ditemui dikantornya yang baru di kompleks GMSC, Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto, Srlada (6/11). .
Dari data yang ada di Dispendukcspil Kota Mojokerto, jumlah warga Kota Mojokerto yang belum perekaman e-KTP mencapai sekitar 10 ribu, angka ini masih bersifat fluktuatif dan berpotensi berkurang, baik yang pindah alamat maupun meninggal dunia.
Muhammad Imron  menjelaskan, untuk memenuhi target itu, saat ini Dispendukcapil menerjunkan tim jemput bola untuk menyasar warga yang difabel dan lansia  untuk perekaman di rumah masing-masing.
“Tim kita yang datang ke rumah-rumah para difabel dan lansia untuk malakukan perekaman e-KTP. Selain karena kantor Dispenduk sekarang berada di lantai dua GMSC, ini juga bagian dari program peningkatan pelayanan kami,” ungka Imron.
Imron juga menghimbau agar warga yang belum perekaman e-ktp segera mendatangi kantor Dispenduk sebelum dilakukan pemblokiran data.
“Warga yang belum perekaman silahkan datang ke Dispenduk yang ada di GMSC, cukup membawa foto copy KK,” tambah Imron lagi.
Percepatan perekaman E KTP ini,  dilakukan dalam rangka persiapan menjelang Pemilu 2019, sekaligus Dispenduk akan melakukan upaya pembersihan data pada akhir tahun nanti.
Karena jika  hingga batas akhir 31 Desember 2018 masih ada warga yang belum perekaman, maka akan dilakukan pemblokiran data.
“Karena hal itu dianggap sudah tidak berdomisili di Kota Mojokerto lagi atau sudah meninggal atau memiliki NIK ganda,” tandas Muhamad Imron.
Pemblokiran data warga ini tidak bersifat permanen. Data warga bisa dibuka apabila warga yang bersangkutan datang ke Dispendukcapil dan melakukan perekaman.
Sementara itu, Imron juga menambahkan jika Dispendukcapil Kota Mojokerto memiliki program baru yang diberi nama Anakku Lahir Gemilang.
“itu singkatan dari pelayanan Segera Memiliki Identitas Langsung,” jelas Imron.
Artinya setiap bayi yang baru lahir di Kota Mojokerto bisa langsung mendapatkan akta kelahiran, kartu identitas anak (KIA) hingga Kartu keluarga (KK) baru.
“Mereka bisa mendapatkan itu dengan membawa copy KTP, KK dan surat nikah orang tua serta copy KTP dua orang saksi. Silahkan datang langsung ke kantor Dispendukcapil yang sekarang berada di Komplek GMSC  Jalan Gajah Mada, Kota Mojokeryo,” pungkas Muhamad Imron. [kar.adv]

Tags: