Goncangan Dolar, ITK Jatim Triwulan III Relatif Lebih Rendah

Foto Ilustrasi

Pemprov Jatim, Bhirawa
Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Jawa Timur pada Triwulan III-2018 tercatat sebesar 97,93 artinya kondisi ekonomi konsumen relatif lebih rendah dibanding Triwulan II-2018. ITK Triwulan III, lebih rendah 29,78 poin dibanding Triwulan sebelumnya, sehingga berada dibawah 100, angka ini mencerminkan pesimisme konsumen.
Pada periode Juli-September, tercatat nilai Rupiah beberapa kali terdepresiasi terhadap dollar Amerika, yang menyebabkan sebagian besar harga-harga komoditas utama bergerak naik. “Kondisi ini setidaknya mempengaruhi konsumsi rumahtangga. Jika bukan konsumsi urgen, maka rumahtangga akan menahan diri untuk membelanjakan pendapatannya,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur, Teguh Pramono, Kamis (8/11).
Meski demikian, lanjutnya, pada Triwulan IV-2018, ITK Jawa Timur diperkirakan kembali optimis, indeks mencapai 103,32. Lebih tinggi dibanding periode sebelumnya (97,93). Besaran ITK tersebut didasarkan atas perkiraan indeks pendapatan rumah tangga mendatang yang juga meningkat menjadi 106,94. “Periode triwulan mendatang terdapat event hari besar Natal dan perayaan Tahun Baru 2019 diperkirakan dapat meningkatkan optimisme konsumen rumahtangga,” ujarnya.
Dijelaskannya kembali, penurunan ITK pada Triwulan III terjadi pada seluruh variabel pembentuknya, hal ini menggambarkan siklus yang terjadi tiap tahun, ketika periode Ramadhan dan Lebaran tendensi konsumsi rumahtangga melonjak tajam, maka periode Triwulan berikutnya turun signifikan hingga dibawah 100.
Secara makro, kondisi ini ditunjukkan juga oleh data output wilayah (PDRB) yang menunjukkan kecenderungan yang sama, sektor pengeluaran konsumsi rumah tangga juga tercatat melambat selama periode Triwulan III-2018 (5,71 persen menjadi 4,93 persen).
Dibandingkan nasional, ITK Triwulan III -2018 Jawa Timur lebih rendah dibanding nasional, sebaliknya perkiraan pada Triwulan IV-2018 ITK Jawa Timur lebih tinggi daripada nasional. ITK Jawa Timur tercatat 97,93 sementara Nasional 101,23. Sedangkan perkiraan ITK Jawa Timur sebesar 103,32 sedangkan nasional pada angka 103,29.
Sementara, jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi di Pulau Jawa, ITK Triwulan III-2018 Jawa Timur menempati posisi terakhir (97,93). Posisi pertama diduduki oleh Banten (108,55). Posisi kedua adalah Provinsi DKI (101,27), ketiga adalah Jawa Barat (100,51), keempat Provinsi DIY (99,89), dan kelima Provinsi Jawa Tengah (99,51).
Perkiraan ITK Triwulan IV-2018 Provinsi Jawa Timur (103,32) menempati posisi keempat
dibanding provinsi lain di Pulau Jawa. Banten (108,38) pada posisi pertama, disusul DKI (101,27), sementara Jawa Tengah pada posisi terakhir dengan ITK sebesar 101,92. [rac]

Tags: