Bupati Tantriana Sari Tekankan DD Untuk Warga Desa

Bupati Tantri hadiri gotong royong dan selamatan desa Asembagus.

Probolinggo, Bhirawa
Desa Asembagus Kecamatan Kraksaan dengan segala upaya melalui inovasinya patut menjadi percontohan dan rujukan bagi desa/kelurahan lain di Kabupaten Probolinggo, khususnya di wilayah Kecamatan Kraksaan . Bupati Tantri tekankan DD untuk warga Desa. Hal ini disampaikan Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE, Kamis (1/11).
Bupati Tantri mengapresiasi pengelolaan Dana Desa (DD) melalui terobosan dan inovasi – Inovasi yang telah dilakukan Desa Asembagus yang manfaatnya betul betul dirasakan langsung oleh masyarakat.
Diantaranya adalah inovasi penyedian air bersih mandiri untuk 100% warga Desa Asembagus melalui Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM), serta aneka ragam usaha BUMDes “Asembagus Bersatu” melalui aplikasi e-warung.
“Saya harap apa yang telah dilakukan Desa Asembagus ini menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi desa/kelurahan lainnya sebagai tindak lanjut ikhtiar Pemerintah Kabupaten Probolinggo dimana kota Kraksaan sebagai Ibukota Kabupaten Probolinggo harus di topang oleh desa/kelurahan yang ada di dalamnya,” tegasnya.
Bertepatan pelaksanaan kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong sekaligus dalam rangkaian kegiatan selamatan Desa Asembagus yang rutin setiap tahun dilaksanakan sejak kepemimpinan Kepala Desa Ibang Fansuri.
Pada kesempatan tersebut Bupati Tantri berkesempatan melepas kirab “Ongge’en” sebagai penanda dimulainya selamatan desa. Ongge’en adalah salah satu ritual warisan turun temurun warga masyarakat Desa Asembagus dengan menggunakan media perahu kecil yang berisi bermacam hasil bumi, laut serta kepala sapi untuk kemudian di doakan oleh para sesepuh desa dan kemudian dilarung di laut.
“Potret Asembagus saat ini sangat jauh berbeda dengan lima tahun lalu. Asembagus Alhamdulillah sudah berubah secara nyata, ditambah kompaknya masyarakat seakan meyakinkan kami bahwa Kades dan Perangkat desanya Ikhlas melayani dan sama sama ingin maju dan berdaya lebih,” ungkapnya.
Bupati Tantri berpesan kepada seluruh masyarakat agar memprioritaskan pendidikan anak di samping prioritas lainnya. Anak adalah harapan setiap orang tua, dan generasi saat ini adalah pewaris Kabupaten Probolinggo sekaligus generasi penerus. Pendidikan prima disebut Bupati Tantri sebagai suatu hal yg tidak bisa ditawar lagi saat ini.
Lebih lanjut ia mengemukakan potret hari ini yang sudah jauh berbeda dari beberapa puluh tahun lalu. Dimana di era teknologi ini menuntut bekal pendidikan dan keterampilan yang cukup agar bisa bersaing bersama yang lain, tidak cukup ijasah SD, SMP maupun SMA..
“Pendidikan anak adalah investasi terbaik kita baik di dunia maupun untuk akhirat. Oleh sebab itu ikhtiarkan masa depan anak-anak kita melalui pendidikan yang cukup dan berkualitas. Harapan saya di kraksaan khususnya Asembagus tidak ada lagi anak putus sekolah. InsyaAllah ini akan menjadi penghantar cita cita kita, agar generasi penerus kita mampu menjadi insan manfaat barokah,” tandasnya.
Kepala desa Asembagus Ibang Fansuri dalam laporannya mengemukakan bahwa Desa Asembagus dengan luas 322 hektar, 180 hektar di antaranya adalah lahan pertanian. Jadi sektor pertanian merupakan komoditi utama di Desa Asembagus. Tidak hanya itu melalui sinergi bersama Gapoktan dan Dinas Pertanian dan Pertahanan Pangan, tahun 2018 Desa Asembagus mampu meraih juara 3 di tingkat Provinsi Jawa Timur.
“Alhamdulillah atas prestasi ini kami mendapatkan bantuan pembangunan Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T) dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur yang terdiri dari lokal bangunan gedung, rice miling unit, mesin pengering padi, mesin packing beras, mesin panen padi,” jelas Ibang.
Prestasi dan keberhasilan Desa Asembagus selama ini tidak lepas dari semangat dan kinerja jajaran Pemerintahan Desa Asembagus. Ditunjang lembaga – lembaga yang ada di Desa Asembagus yang secara profesional ikut memotivasi dan mengawasi kinerja Pemerintah Desa, tambahnya.(Wap)

Tags: