Bali Siap Mereplikasi Inovasi Pelita Si Abah

Pelita Si Abah saat ikuti pameran internasional di Jakarta.

Pemkot Probolinggo, Bhirawa
Inovasi Pemkot Probolinggo ,Pelita Si Abah , diundang Kemenpan RB untuk mengikuti pameran internasional yang digelar bersamaan dengan International Public Service Forum (IPSF) 2018, Rabu (7/11), di Assembly Hall Jakarta Convention Center. Bahkan Bali mengapresiasi inovasi Pelita si Abah dan siap direplikasi di daerahnya.
Sebelumnya Pelita si Abah sukses meraih Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik yang digelar oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Republik Indonesia,
Kegiatan IPSF dibuka Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, dan diigelar pula penyerahan penghargaan Top 40 inovasi pelayanan publik . Selain itu juga dilaksanakan forum diskusi internasional terkait pelayanan publik, hingga best practice sharing.
Pelita si Abah adalah inovasi yang diusung oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo patut berbangga diri mengingat dari sekian banyak inovasi di seluruh Indonesia, Pelita Si Abah masuk dalam daftar Top 99. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Lingkugan Hidup Kota Probolinggo, Budi Krisyanto, Kamis (8/11).
Inovasi yang telah diciptakan oleh instansi pemerintah kota Probolinggo. Menurutnya, ini merupakan upaya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Instansi pemerintah harus menganut entrepreneurship bureaucracy, harus ada perbaikan dalam birokrasi. Pemerintah bisa belajar dari pengusaha sehingga pelayanan dapat diberikan dengan cepat dan bersih,” ujarnya.
Budi Krisyanto, menyatakan pameran ini menjadi salah satu kesempatan menarik bagi Kota Probolinggo untuk mengenalkan Pelita Si Abah. Menurutnya, dengan mengikuti pameran ini, diharapkan Pelita Si Abah dapat dikenal masyarakat luas dan bahkan dapat direplikasi oleh daerah lain.
“(Pameran internasional) Ini menjadi kesempatan menarik yang diberikan Kemenpan RB pada Kota Probolinggo untuk mengenalkan Pelita Si Abah. Bisa kita lihat, dari tadi pagi Pelita Si Abah mendapat respon positif dari para pengunjung. Harapannya, inovasi ini dapat direplikasi di daerah lain,” katanya.
Selama pameran digelar, antusiasme pengunjung terhadap Pelita Si Abah memang cukup tinggi. Sejak dibuka mulai kemarin pagi, stan Pelita Si Abah tak pernah sepi pengunjung. Banyak pengunjung yang tertarik dengan inovasi ini mengingat pengolahan limbah tahu menjadi biogas yang dapat digunakan sebagai energi alternatif masih belum banyak ditemukan di daerah lain.
I Gede Hery salah satunya. Pegawai Dinas Perhubungan Kota Denpasar, Bali ini mengapresiasi inovasi yang telah diusung oleh DLH Kota Probolinggo. Ia menyatakan bahwa inovasi ini dapat direplikasi di daerahnya mengingat limbah tahu masih menjadi masalah yang belum terselesaikan di Denpasar, jelasnya.
“Inovasi ini sangat menarik. Kami akan koordinasikan dengan pihak terkait di daerah kami. Limbah tahu di daerah kami hanya dibuang begitu saja dan bahkan menjadi sumber bau tak sedap. Hal ini juga sempat menyebabkan salah satu pabrik tahu di daerah kami sampai tutup. Kalau pimpinan kami setuju, tidak menutup kemungkinan kami akan melakukan studi banding ke Kota Probolinggo,” ujar Gede Hery. (Wap)

Tags: