Terbukti Bersalah, Keiko Hanya Divonis Tujuh Bulan Penjara

Keiko, terdakwa kasus prostitusi saat menjalani sidang beragendakan vonis oleh Majelis Hakim Maxi Sigarlaki di PN Surabaya, Selasa (23/10).[abednego/bhirawa]

PN Surabaya, Bhirawa
Persidangan perkara prostitusi dengan terdakwa Yunita alias Keiko berjalan maraton di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (23/10). Setelah pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), hakim langsung memvonis tersangka.
Terdakwa yang dikenal sebagai ratu prostitusi tersebut diganjar hukuman penjara selama tujuh bulan. Sidang dibuka dengan pembacaan tuntutan dari JPU Sabetania. Jaksa meminta Majelis Hakim untuk menghukum terdakwa dengan penjara selama satu tahun. Menurutnya terdakwa dianggap melanggar Pasal 269 KUHP tentang memudahkan perbuatan cabul.
“Terdakwa terbukti berperan sebagai mucikari yang menghubungkan PSK dengan pelanggannya melalui online,” kata Jaksa Sabetania dalam tuntutannya.
Setelah tuntutan dibacakan, Ketua Majelis Hakim Maxi Sigarlaki memvonis Yunita alias Keiko dengan pidana tujuh bulan penjara. Sependapat dengan isi tuntutan JPU, terdakwa Keiko juga dianggap terbukti melanggar Pasal 296 KUHP tentang memudahkan perbuatan cabul.
“Mengadili, menyatakan terdakwa Yunita alias Keiko terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana memudahkan perbuatan cabul. Menjatuhkan pidana tujuh bulan penjara,” ucap Hakim Maxi Sigarlaki dalam putusannya.
Menanggapi putusan itu, Keiko yang tidak didampingi penasihat hukum menyatakan masih pikir-pikir. Begitupula dengan Jaksa Sabetania Pahembonan juga masih pikir-pikir. Majelis Hakim memberikan kesempatan kedua pihak selama satu pekan untuk memutuskan apakah akan banding atau tidak.
“Baru saja sidang kok sudah ditanya upaya hukumnya. Ya nanti kalau sudah satu minggu,” ujar Jaksa Sabetania seusai sidang.
Sementara itu, Keiko mengaku menyesal dengan perbuatan yang dilakukannya. Saat Majelis Hakim memberikan kesempatan untuk mengajukan pembelaan, dia berdiri dan sembari menundukkan kepala mengucap kalimat maaf.
“Saya mohon maaf sebesar-besarnya. Saya menyesali. Buat korban yang merasa dirugikan, saya minta maaf,” ungkapnya.
Hakim Maxi sempat menasihatinya agar tidak lagi mengulangi perbuatannya. Sebab, dia sudah dua kali ini disidang dengan kasus yang sama.
Seperti diberitakan, Keiko terbukti menjalankan bisnis prostitusi online dengan sejumlah PSK yang menjadi anak buahnya di Jawa dan Bali. Praktik prostitusi online ini terungkap setelah polisi dari Polda Jatim menangkap dua PSK saat melayani tamu di salah satu hotel di Ngagel Surabaya pada Mei lalu.
Keduanya mengaku anak buah Keiko yang melayani tamu dengan tarif antara Rp 2 juta sampai Rp 4 juta per durasi pendek. Keiko sebagai mucikari mendapatkan keuntungan 35 persen dari pembayaran tamu yang diterima para PSK-nya.
Dari penangkapan dua PSK di Surabaya, polisi lalu mengembangkannya dan menemukan Keiko sebagai mucikari para PSK tersebut. Dia akhirnya ditangkap beberapa saat kemudian di Denpasar Bali. [bed]

Tags: