Tak Pernah Larang Wartawan

M Fikser

M Fikser
Nama M Fikser saat ini tengah tenar di kalangan awak media di Surabaya. Penyebabnya, dia dituduh melakukan pengusiran dan pelarangan terhadap salah seorang wartawan yang sedang bertugas meliput kegiatan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.
Mendapat informasi yang menyudutkan tersebut, Fikser yang sehari-hari menjabat Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkot Surabaya itupun langsung bereaksi dan meluruskannya. Dia memastikan tidak melakukan pelarangan ataupun pengusiran kepada awak media yang bertugas. Ia mengaku sangat menyadari bahwa Pemkot Surabaya membutuhkan media untuk mempublikasikan berbagai program yang telah ditelorkan selama ini.
“Kami juga sangat tahu bahwa teman-teman media ini bekerja dilindungi undang-undang. Dan selama ini, Pemkot Surabaya maupun Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sangat peduli terhadap awak media. Terbukti, ketika sepi berita, Bu Wali Kota seringkali memanggil wartawan supaya ada berita,” kata Fikser saat jumpa pers di Humas Pemkot Surabaya, Rabu (10/10).
Untuk itu, ia berkali-kali menyampaikan bahwa tidak ada larangan atau pun pengusiran kepada awak media saat liputan di lingkungan Pemkot Surabaya. Bahkan, ia mengaku juga sering menghubungkan awak media yang membutuhkan konfirmasi kepada Risma dan juga OPD terkait. “Selama ini hubungan kita baik-baik saja. Kami selalu bisa bersinergi dalam liputan dan pemberitaan,” ujarnya.
Namun begitu, tupoksi Humas adalah sebagai jembatan antara narasumber di Pemkot Surabaya dengan semua media massa. Makanya, apabila ada salah satu narasumber yang kurang berkenan terhadap salah satu reporter, akan langsung dikonsultasikan dengan pihak humas.
Fikser juga menggaris bawahi, bahwa Risma ini bukan tidak suka pada perusahaan medianya atau pun tidak suka pada rekan-rekan wartawan. Namun, Risma hanya kurang nyaman terhadap personal wartawan yang dimaksud. “Terbukti, pada saat itu ada beberapa media yang meliput acara tersebut. Seandainya wartawan yang telah membuat tidak nyaman Bu Risma itu diganti, Bu Risma tidak akan melarangnya untuk meliput kegiatan menerima Kirab Satu Negeri GP Ansor di rumah dinasnya,” tandasnya. [iib]

Rate this article!
Tags: