Potensi Melimpah yang Belum Tergarap di Nganjuk

Secara tradisional, petani di lereng Gunung Wilis Kabupaten Nganjuk mendongkrak ekonomi mikro dengan mengolah daun cengkeh menjadi minyak. [ristika]

Harga Capai Rp240 Ribu/Kilogram, Minyak Cengkeh Belum Tergarap Maksimal
Kab Nganjuk, Bhirawa
Limpahan sumber daya alam di Kabupaten Nganjuk belum dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah setempat. Namun masyarakat di lereng Gunung Wilis, secara mikro telah memanfaatkan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Salah satu bentuk ekonomi kerakyatan adalah produksi minyak cengkeh.
Minyak cengkeh adalah minyak atsiri yang dihasilkan dari penyulingan bagian tanaman cengkeh, terutama daun dan bunga cengkeh. Seluruh bagian tanaman cengkeh mengandung minyak, namun bunganya memiliki kandungan minyak yang paling banyak.
Karena daun dan ranting cengkeh juga menghasilkan minyak, keduanya pun menjadi penghasilan sampingan bagi petani cengkeh yang memanen bunga cengkeh untuk rokok. Mereka cukup mengumpulkan daun dan ranting yang runtuh di sekitar pohon dan melakukan penyulingan sederhana untuk mendapatkan minyak cengkeh kasar
Salah satu warga yang menggeluti produksi minyak cengkeh adalah Imam Bukhori (52) petani cengkeh lereng Gunung Wilis yang tinggal di Dusun Tengger, Desa Blongko, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.
Saat Bhirawa datang ke lokasi pengolahan minyak cengkeh, Imam Bukhori tengah mengumpulkan daun cengkeh yang rontok. Kemudian tumpukan daun cengkeh disuling dalam suhu tinggi hingga keluar minyak. Dalam sekali proses penyulingan, dapat dihasilkan sekitar 10 kilogram minyak cengkeh.
Meskipun sangat prosfektif, tetapi usaha ini belum dikembangkan oleh pemerintah daerah, sehingga tidak ada kompetitor terhadap pengembangan usaha ini. Usaha ini justru akan menjadi pioneer yang akan berusaha menularkan teknologi kepada petani agar dapat mengembangkan usaha yang sama pada tahun kedua dan seterusnya karena potensi bahan baku dan aspek pendukung
Menurut Imam Bohkori, pengusaha olahan daun cengkeh ini mengaku sudah sekitar 20 tahun tahun menyuling daung cengkeh menjadi minyak. Dalam sehari, dapat dilakukan proses penyulingan dua kali, dengan hasil, tiap proses penyulingan didapat rata-rata 10 kilogram minyak dari sekitar 2 ton daun cengkeh kering.
Secara ringkas, Imam Bukhori menjelaskan proses penyulingan daun cengkeh menjadi minyak cengkeh. Pertama, daun cengkeh dikumpulkan dari lahan perkebunan milik petani dimasukkan ke dalam ketel uap dengan kapasitas kurang lebih 500 kg. Setelah semua daun dimasukkan ke dalam ketel penyulingan, selanjutnya ditutup rapat dan bagian atasnya dihubungkan dengan sambungan ke pipa pendingin.
Ketel tersebut selanjutnya dipanaskan dengan menggunakan alat pemanas dari kayu bakar sampai mendidih selama kurang lebih 12 jam. Uap air yang keluar dari ketel penyulingan bercampur dengan minyak atsiri. Pemisahan dilakukan pada alat pemisah minyak yang disalurkan terlebih dahulu melalui pipa pendingin. Lapisan minyak akan memisah dari air hasil pendinginan uap karena berat jenis minyak
Hasil minyak cengkeh ditampung dalam alat penampung yang tertutup rapat agar tidak terjadi penguapan. “Untuk satu kali proses pembuatan, rata-rata menghasilkan 10 kilogram minyak atsiri, tergantung dari kualitas daun cengkeh juga. Untuk harga minyak cengkeh kualitas super dapat mencapai Rp 240 ribu/kilogram,” terang Imam Bukhori.
Hanya saja, yang menjadi hambatan produksi minyak cengkeh milik Imam Bukhori adalah bahan baku berupa daun cengkeh kering. Lantaran, tidak setiap hari, petani cengkeh yang ada di Ngetos dapat mengumpulkan daun-daun kering untuk dijual kepadanya. Sehingga, untuk mendapatkan bahan baku, Imam Bukhori harus membeli dari Kecamatan Sawahan, Loceret dan Berbek.
“Kalau masalah penjualan tidak ada masalah, karena sudah ada agen yang menampungnya. Yang jadi masalah adalah bahan baku, kalau stok menipis, terpaksa keliling sampai ke kecamatan lain,” aku Imam Bukhori.
Sekedar informasi, manfaat minyak cengkeh bagi kesehatan bisa dikaitkan dengan antimikroba, antijamur, antiseptik, antivirus, serta afrodisiak. Minyak esensial ini bisa untuk mengobati berbagai macam gangguan kesehatan seperti sakit gigi, gangguan pencernaan, batuk, asma, sakit kepala, stres dan darah kotor.
Paling penting dan umum dari penggunaan minyak cengkeh adalah sebagai bahan perawatan gigi. Beberapa pasta gigi, pencuci mulut, atau obat perawatan mulut lainnya mengandung minyak cengkeh sebagai bahan utama. [ristika]

Tags: