Polisi Kembali Ungkap Penipuan Berkedok Penggandaan Uang

Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela menunjukkan tersangka dan barang bukti uang palsu, Rabu (17/10). [trie diana/bhirawa]

Polda Jatim, Bhirawa
Polda Jatim kembali mengungkap kasus penipuan berkedok penggandaan uang, seperti kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Dari praktik penipuan berkedok penggandaan uang ini, tersangka Fakrul Akbar atau Gus Akbar (22) warga Dusun Tempel Kelurahan Legok Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan ini memperdayai korbannya hingga lebih dari Rp 500 juta.
Wadireskrimum Polda Jatim AKBP Juda Nusa Putra mengatakan, kasus ini seperti kejadian Dimas Kanjeng, namun ini berbeda caranya. Bedanya tersangka Fakrul Akbar ini mempunyai kelebihan bisa menyembuhkan penyakit. Dalam aksinya, lanjut Juda, tersangka yang juga disebut Gus Akbar ini menjanjikan kepada para korban dapat menggandakan uang sebesar Rp 25-50 miliar.
“Modusnya seperti disirep atau dihipnotis, dengan cara seperti dipengaruhi menggunakan semacam jin. Dalam kasus ini ada empat korban yang menyerahkan uang sampai Rp 500 juta selama enam bulan,” kata AKBP Juda Nusa Putra, Rabu (17/10).
Juda menjelaskan, saat proses penggandaan uang, tersangka menggundang korbannya di ruang yang gelap. Nantinya para korban diminta memejamkan matanya sambil membaca doa. Selanjutnya tersangka menghambur-hamburkan uang yang telah disiapkan terlebih dahulu untuk dicek para korban.
“Uang-uang itu memang palsu, tapi kelihatan asli oleh korban. Karena dalam praktiknya para korban ini sudah disirep atau dimasukin jin Gus Akbar,” jelasnya.
Empat korban hipnotis yang dilakukan Gus Akbar ini adalah Maarif (63) warga Pasuruan tertipu uang sebesar Rp 445 Juta , Wiyanto (36) warga Jabon Sidoarjo tertipu uang sebesar Rp 22,5 juta, Solikun (51) warga Jabon Sidoarjo tertipu sebesar Rp 15 juta dan Pujiono (54) warga Pasuruan tertipu Rp 28 juta.
“Gus Akbar ini sudah melakukan penggandaan uang selama empat tahun. Korban sementara hanya empat,” imbuh Juda.
Wiyanto, warga Jabon Sidorjo yang juga salah seorang korban mengaku tertipu hingga Rp 20 juta lebih. Pertemuannya dengan Gus Akbar bermula ketika saat dia menjual motornya. “Setelah itu saya ditawari mau gak ikut dengannya (untuk menggandakan uang). Awalnya tidak percaya, setelah itu dipraktikkan uang jatuh dari atas. Saya melihat memang uang asli,” ungkapnya.
Tersangka, sambung Wiyanto, juga menjanjikan bisa menggandakan uang Rp 5 juta menjadi Rp 500 juta, dan bisa menjadi miliknya asal mengikuti perintahnya dengan membeli bunga dan mandi kembang di Pantai Balai Kambang Malang.
“Saya lalu membeli bunga dan mandi, karena saya dijanjikan dapat Rp 2 miliar tapi gagal. Akhirnya saya sadar setelah ke rumah Solikun (korban lainnya) atau setelah 10 hari proses itu,” ucapnya.
Sementara itu, tersangka Fakrul Akbar mengungkapkan dia menggunakan jin untuk menipu para korbannya. Ada delapan jin yang dia punya sebagai ‘perewangan’. Enam untuk pengobatan dan dua untuk penggandaan uang. Ia juga mengaku telah bisa menyembuhkan macam-macam penyakit seperti jantung, katarak dan sakit akibat santet.
“Saya memang bisa menyembuhkan penyakit. Untuk penggandaan uang ini saya khilaf, uangnya saya buat foya-foya dan diberikan ke fakir miskin,” kilahnya.
Dalam kasus ini, petugas mengamankan satu mobil Suzuki Karimun, satu mobil Honda Brio, dua kardus berisi uang mainan, satu buah televisi, satu tas ransel, satu tas berisi uang mainan, satu baju koko, satu buah surban dan satu sarung kotak-kotak. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. “Ancaman hukuman lima tahun penjara,” pungkas Juda. [bed]

Tags: