Polda Jatim Galakkan Patroli Siber

Pelaku penyebar berita hoaks saat diamankan di Mapolda Jatim beberapa waktu lalu.

Polda Jatim, Bhirawa
Berhati-hatilah dalam membagikan informasi sekecil apapun di media sosial, jika tidak ingin berurusan dengan polisi. Seperti kejadian yang menimpa pemilik akun Facebook Uril Unique Febrian yang dinilai membagikan postingan berisi hoaks (pemberitaan palsu).
Tak tinggal diam atas maraknya berita hoaks di masyarakat, Polda Jatim melalui Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim terus menggalakkan patroli siber di dunia maya. Bahkan atas kasus hoaks milik akun Facebook Uril, tim Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim dengan cepat menangkap Uril atas postingannya yang dikhawatirkan akan meresahkan masyarakat.
“Dia memposting pertama kali di Facebook. Kalau berita-berita itu kan tinggal medianya apa, itu yang tidak ada, tapi pure postingan dia,” kata Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Arisandi, Kamis (4/10).
Terkait maraknya penyebaran berita hoaks di masyarakat, pihaknya masih aktif melakukan patroli siber. Tujuannya untuk mencari postingan-postingan yang mengandung unsur hoaks hingga isu SARA.
“Kita juga pasti mengejar pelaku-pelaku penyebar isu SARA, kalau memang ada hasil dari patroli siber kita. Jika dalam patroli siber didapati unsur pelanggarannya, kita lakukan penyelidikan dan penangkapan,” tegasnya.
Sebelumnya, polisi mengamankan pelaku penyebar berita hoaks berinisial UUF (25) di kediamannya. Warga Jl Jagalan Tengah Krian Sidoarjo ini diamankan pada Selasa (2/10) malam, setelah dirinya memposting terkait bencana gempa susulan pada akun Facebooknya, yakni akun Uril Uniqe Febrian.
Pada akun Facebook miliknya, UUF mengatakan bahwa ‘Gempa maha dahsyat sampai 9,5 SR akan melanda Indonesia’ serta ‘LIPI mewaspadai akan terjadinya gempa dengan kekuatan skala besar khususnya di Pulau Jawa beberapa waktu ke depan’. Bahkan perbuatan pelaku sesuai dengan Pasal 15 UU RI No 1 Tahun 1946.
Saat dirilis, Uril mengaku dia tak mengetahui jika postingan yang diunggahnya merupakan suatu kabar bohong. Status tersebut dibagikan Uril lantaran ingin memberi peringatan kepada teman Facebooknya akan adanya potensi gempa di Jawa. Perempuan 25 tahun ini menambahkan kabar tersebut didapatnya dari pesan yang dibagikan temannya di WhatsApp.
“Dikira berita bener. Saya dapat dari grup WhatsApp,” ucap Uril saat rilis di Mapolda Jatim, Rabu (3/10) kemarin. [bed]

Rate this article!
Tags: