Pertemuan IMF-WB Bukan Pesta Pora

Foto Ilustrasi

Pertemuan tahunan IMF-World Bank (WB)/Bank Dunia bukan ajang pesta pora tapi dalam rangka membahas persoalan ekonomi dunia yang bermanfaat untuk Indonesia.
Jadi jangan kira pertemuan IMF-Bank Dunia seperti pesta pora, tidak ada itu. Pertemuan itu bicara menyangkut masalah ekonomi dunia, pendidikan, ‘human capital’ dan lainnya.
Bahwa pertemuan IMF-Bank Dunia tidak dimanfaatkan untuk mencari utang karena Indonesia masih negara yang berdaulat.
Tidak ada urusannya bahwa kita cari utang kemana-mana. Tidak ada urusan dengan itu. Kita betul-betul negara berdaulat. Menteri Keuangan Sri Mulyani, juga akan memanfaatkan momen pertemuan lembaga keuangan dunia yang dihadiri puluhan ribu orang dari berbagai negara tersebut untuk menyampaikan ide bagaimana mengasuransikan bencana.
Model tersebut akan dibawa dalam pertemuan IMF-Bank Dunia dan kemudian dibawa menjadi masalah dunia. Sebab, gempa bukan hanya di Indonesia, tapi ada di berbagai negara, seperti Chili dan Jepang.
Jadi bencana gempa bumi juga menjadi masalah global yang kita pelajari bersama. Para peserta pertemuan IMF-Bank Dunia juga menyampaikan rasa prihatin atas bencana gempa bumi yang melanda warga NTB. Rasa keprihatinan tersebut ditunjukkan dengan meninjau kondisi para korban sekaligus menyalurkan bantuan.
Minggu lalu kami sudah ke Palu juga membantu dan menunjukkan simpati dan sekarang kami di Lombok. Jadi jangan kira IMF-Bank Dunia seperti pesta pora.
Pemerintah berencana membuat pusat logistik penanganan gempa di beberapa provinsi yang relatif aman dari gempa bumi. Misalnya, edan, Bangka Belitung, Surabaya, Kalimantan, Makassar, dan Papua. Logistik utama yang akan ditempatkan, adalah alat berat. Pasalnya, alat berat menjadi suatu kunci untuk mempercepat penanganan bencana, sehingga logistik lainnya bisa tersalurkan dengan cepat.

Luhut Binsar Panjaitan
Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman RI

Rate this article!
Tags: