Peringati Hari Batik, Dharma Pertiwi Daerah E Membatik Motif Jawa Timuran

Ketua Dharma Pertiwi Daerah E Ny Mia Arif Rahman (tengah) bersama anggota melakukan kegiatan membatik di Hari Batik Nasional di Balai Prajurit Kodam V Brawijaya, Selasa (2/10).

Surabaya, Bhirawa
Memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober, ratusan ibu-ibu Dharma Pertiwi Daerah E menggelar kegiatan membatik bersama. Digelar di Gedung Balai Prajurit Kodam V Brawijaya, Selasa (2/10), para istri TNI dan polisi ini harus bergelut dengan canting dan kain untuk merefleksikan ide-ide yang dituangkan dalam karya berupa batik tulis.
Ibu-ibu yang merupakan istri dari TNI AD, AL, AU dan Polri ini antusias dalam membatik dengan menggunakan canting.
Ketua Dharma Pertiwi Daerah E Ny Mia Arif Rahman mengatakan, kegiatan ini sebagai peringatan Hari Batik Nasional. Peringatan ini sekaligus sebagai peringatan penetapan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bendawi.
“Kegiatan ini merupakan rangkaian acara dari Dharma Pertiwi Pusat di Jakarta. Ibu-ibu ini membatik dengan cara mencanting, dan bertemakan batik khas Jawa Timuran,” kata Ketua Dharma Pertiwi Daerah E Ny Mia Arif Rahman kepada Bhirawa, Selasa (2/10).
Pada Dharma Pertiwi Pusat, sambung Mia, ada sebanyak 5.000 orang yang turut dalam kegiatan membatik di Hari Batik Nasional ini. Sedangkan di Surabaya, Mia mengaku ada 200 orang anggota Dharma Pertiwi dengan organisasi wanita yang seaspirasi. Kegiatan ini juga baru pertama kali dilaksanakan.
“Mudah-mudahan tahun depan kegiatan seperti ini bisa kita laksanakan kembali. Karena kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan,” ucapnya.
Pantauan Bhirawa, perlahan-perlahan ibu-ibu istri TNI dan Polri ini menorehkan canting pada lembaran kain putih. Mia mengaku, tema dalam kegiatan membatik ini adalah batik khas Jawa Timuran. Jadi, pihaknya mengangkat budaya keatifan lokal Jawa Timur yang dituangkan dalam media membatik.
Selain memperingati Hari Batik Nasional, Mia mengaku kegiatan ini dilakukan juga untuk meningkatkan kebanggaan kita terhadap batik.
“Dengan kegiatan ini, kita bangga terhadap warisan budaya ini (batik). Jadi kita tidak malu lagi menggunakan batik di manapun kita berada,” ungkapnya.
Perempuan yang juga istri dari Pangdam V Brawijaya ini berharap para ibu-ibu Dharma Pertiwi Daerah E bisa meningkatkan keterampilan dan kualitas diri. Bahkan dengan keterampilan membatik ini, ibu-ibu yang merupakan istri TNI dan Polri ini bisa sekaligus mencari penghasilan sampingan atau tambahan. Dengan harapan bisa membantu ekonomi dalam keluarga. [bed]

Tags: