Pengunggah Status “Gempa Kurang Terasa Goyangannya”, Dipanggil Polisi

Arief Septian Anugerah saat dimintai keterangan polisi di Mapolsek Panji, Kamis (11/10). [sawawi/bhirawa.]

Situbondo, Bhirawa
Ini peringatan keras bagi siapa saja yang suka mengapdate status di laman sosial media (sosmed) sembarangan. Arif Septian Anugerah berurusan dengan polisi, Kamis (11/10) karena statusnya di laman sosmed miliknya.
Lelaki yang masih remaja itu nekat membuat status “gempa kurang terasa goyangannya”, Kamis (11/10). Karena ulah nakalnya tersebut, Arief harus dimintai keterangan penyidik di Mapolsek Panji, kemarin.
Menurut Polisi postingan Arif di media sosial terkait gempa yang terjadi di Situbondo, dinilai tidak etis atau kurang baik oleh masyarakat Situbondo.
Diungkapkan, usai kejadian gempa bumi di Situbondo Kamis dinihari, acount Arief Septyan Anugerah membuat postingan “Ayo Situbondo gempa lagi. Yang tadi kurang terasa goyangannya”.
Akibat postingan itu, acount Arif kebanjiran bully dan kritik pedas dari para netizen di Situbondo. Bahkan sebagian warga menginformasikan ke Sub Bagian Humas Polres Situbondo.
“Ya terkait status Arief itu ada laporan ke polisi. Sehingga kami langsung menindaklanjuti,” aku Kasubag Humas Polres Situbondo IPTU Nanang Priambodo.
Untuk mencegah keresahan masyarakat, lanjut Nanang, Kapolsek Panji AKP Hariono dan Bhabinkamtibmas Brigadir Surya bertindak cepat memanggil Arief.
Dari hasil informasi Tim Cyber Troops, urai Nanang, pemilik acount langsung memenuhi panggilan polisi di Mapolsek Panji untuk memberikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas status tersebut.
“Selain permohonan maaf dalam bentuk video dan tulisan yang diposting diakun pribadinya, Arief Septyan Anugerah juga membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama,” beber Nanang.
Masih kata Nanang Priyambodo, jajarannya menghimbau kepada seluruh masyarakat pengguna sosial media terutama yang terkait bencana agar tidak menyebarkan infromasi hoax atau memposting sesuatu yang tidak bermanfaat serta membuat masyarakat resah.
Dalam panggilan kemarin, urai Nanang, Arief Septyan Anugerah diberi kesempatan untuk meminta maaf kepada masyarakat Situbondo. “Seharusnya jika ada gempa bumi atau bencana, warga membuat status yang menyejukkan atau berdoa kepada Allah SWT agar diberi keselamatan. Bukan malah sebaliknya ikut meresahkan warga,” pungkas mantan Kanit Tipikor Mapolres Situbondo itu. [awi]

Tags: