Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Dorong BUMDes Berinovasi

Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah dan Wakil Bupati, Budi Irawanto usai melakukan pengecekan di fasilitas umum yang ada di kawasan Alun-alun Kota Bojonegoro.

Bojonegoro, Bhirawa
Pemkab Bojonegoro akan memberikan stimulus dana untuk mendorong inovasi dan motivasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mengembangkangkan usaha berbasis pariwisata dan agrobisnis.
“Pemberikan stimulus bagi desa melalui lembaga BUMDes Rp 100 juta per Bumdes, di sektor pariwisata dan agribisnis. Saya pikir kalau dulu pertaniannya sudah banyak tetapi budidaya olahan itulah yang perlu kita kembangkan,” ungkap Bupati Bojonegoro DR. Hj. Anna Mu’awanah saat menerima Tim Penilai Lomba Desa Kementerian Desa dalam Transparansi Informasi Publik di Rumah Dinas pagi ini (3/10)
Selanjutnya Bupati Bojonegoro menambahkan bahwa apa yang menjadi tolak ukur dari penilaian Lomba Desa dalam Transparansi Informasi publik jika dianggap itu masih ada kekurangan akan segera disempurnakan.
Menueurt Bupati, pihaknya menginginkan bisa menjadi juara o karena juaranya bukan sekedar bikin juara, tapi dengan juara nasional itu memberikan banyak benefit positif bagi masyarakat dan kepala desa itu sendiri dalam melayani masyarakatnya, desa menjadi terkenal.
“Sehingga membangun itu bukan hanya fisiknya saja tetapi juga mentalnya dan itu merupakan kombinasi terbaik,” ujarnya.
Bupati Anna mengharap adanya suport dari Kementerian Desa terkait pembangunan yang ada di Bojonegoro, menurutnya saat ini Pemkab sedang sedang fokus dalam pembangunan infrastuktur jalan dan jembatan.
“Hampir 60% infrastruktur kita rusak, dan perlu penanganan ekstra,” ucapnya.
Sementara itu Tim Penilaian Lomba Desa Kementerian Desa, Zaini menyebut tim yang terdiri dari Kementerian Desa dan Komisi Informasi Publik akan melakukan penilaian lapang di Desa Pejambon Kecamatan Sumberjo, terkait Transparansi Informasi Publik.
Menurutnya, lomba desa ini sebagai amanat Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014, yang memiliki 4 kategori, yang pertama kategori transparansi informasi publik, yang ke dua kategori pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, ke tiga kategori kegiatan Padat Karya yang dilaksanakan Pemerintah Desa dan ke empat kategori Inovasi Desa.
“Kesemuanya itu bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan mengukur keberhasilan pembangunan serta pemberdayaan masyarakat desa,” pungkasnya.
Tampak saat acara tersebut Wakil Bupati Bojonegoro, Pj. Sekda, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Kominfo, Plt. Kepala Dinas PMD, perwakilan Dinas PMD Provinsi Jawa Timur dan TA P3MD. [bas]

Tags: