PDAM Sidoarjo Kembangkan Jaringan 4 Kecamatan Belum Tersentuh

Bupati Saiful Ilah saat menyerahkan SK Perpanjangan Pjs Dirut PDAM Delta Tirta. [achmad suprayogi/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Akibat minimnya permintaan warga atas kebutuhan air bersih, mengakibatkan empat kecamatan di wilayah Sidoarjo belum bisa teraliri air bersih dari PDAM Delta Tirta Sidoarjo, karena belum terpasang jaringannya. Keempat kecamatan itu, diantaranya Kec Prambon, Krembung, Tarik dan Balongbendo.
Meskipun kawasan ini mulai tumbuh bisnis properti perumahan dan Ruko, tetapi masyarakat masih tetap mengandalkan air sumur bor dan sumber air. Hingga kini pelanggan PDAM sudah mencapai sekitar 135.500 pelanggan.
Pjs Dirut PDAM Delta Tirta Sidoarjo, Abdul Basid Lao, masih tetap optimis terus melakukan pengembangan jaringan, jumlah pelanggan yang sekarang sudah mencapai 135.500 terus akan kita tingkatkan.
”Kami targetkan hingga Tahun 2020 keempat wilayah kecamatan itu bakal teraliri air bersih produksi PDAM. Tapi, untuk membuka jaringan baru di wilayah itu harus disiapkan Instalasi Pengelolaan Air (IPA) terlebih dahulu pasca proyek long storage 5 kilometer selesai,” katanya, Rabu (10/10) kemarin.
Pria yang akrab dipanggil Pak Basid ini menguraikan keempat wilayah kecamatan itu belum terpasok air bersih, karena minimnya infrastruktur yang bisa menjangkau kawasan itu menjadi salah satu kendala utamanya. Tetapi tahun 2020 mendatang keempat kawasan ini dipastikan bisa teraliri air bersih itu. ”Salah satu caranya dengan membangun IPA. Kami bakal bangun IPA lagi agar kawasan Sidoarjo barat ini bisa tersuplai air bersih produk PDAM,” katanya.
Bagi Basid dengan adanya penambahan infrastruktur termasuk sejumlah alat untuk penyediaan air bersih maka target itu bisa terealisasi. Saat ini, jumlah IPA masih minim yang mengakibatkan ketersediaan air bersih di kawasan barat belum terpenuhi.
”Pelanggan kami sekarang lebih banyak terpusat di kawasan kota, timur, utara dan selatan Sidoarjo. Minimnya pasokan air dan distribusi dari sumber air Umbulan juga menjadi kendalanya,” tegasnya.
Sementara itu, untuk mendukung kelancaran air PDAM, kini pihaknya merealisasikan pemasangan booster yang dibutuhkan sebagai tempat pengumpulan air dari Umbulan. Diantaranya, enam booster yang sudah berada di Jabon, Porong, Candi, Buduran dan Waru.
”Pemasangan booster ini lima diantaranya dibangun di lahan Fasilitas Umum (Fasum). Sedangkan satu lagi berada satu lokasi dengan IPA Kedunguling di Kecamatan Candi,” pungkas Abdul Basid Lao. [ach]

Tags: