Naikkan Honor Guru Ngaji, Tunda Pembangunan Jembatan Kaca Solor

Tampak H Imam Thohir (kiri) berbincang serius dengan Bupati KH Salwa Arifin dan Wakil Bupati H Irwan Bachtiar Rahmat SE MSi

Bondowoso, Bhirawa
Rencana Kenaikan honor guru ngaji, dari Rp 800 ribu hingga Rp 1,5 juta, berpeluang direalisasi. Namun rencana ini akan menangguhkan pembangunan jembatan kaca di tempat Wisata Solor.
Hal ini diakui oleh KH Imam Thohir, Ketua Fraksi PPP DPRD Bondowoso. Partai berlambang ka’bah tersebut, merupakan pengusung bupati terpilih, Drs KH Salwa Arifin.
Dia juga memaparkan, bahwa bupati Salwa sudah mengadakan semacam kajian yang serius terhadap ekonomi.
Diantaranya, lanjut dia, rencana pembuatan jembatan kaca yang sudah masuk dalam P-APBD kemarin, Bupati mengevaluasi itu tidak penting.
“Maka Silpa yang Rp 4 milliar kemarin itu masih bisa kemana-mana lagi,” ungkapnya kemarin.
Ia menerangkan bahwa rencana pembangunan jembatan kaca di Solor itu disepakati untuk ditangguhkan dulu.
Pihaknya juga memaparkan, bahwa anggaran yang ada di P-APBD 2018 Rp 4 milliar, akan menjadi Silpa pada APBD 2018. “APBD 2018 menjadi Silpa maka masuklah dalam R-APBD 2019. Masih banyak yang perlu dirancang ulang,” terangnya.
Thohir mengatakan bahwa pembahasan terkait insentif guru ngaji ini akan masuk final setelah R-APBD disahkan. “Pengesahan kita jadwalkan November. Berarti di awal 2019 itu sudah bisa dilaksanakan setelah ada evaluasi Gubernur,” pungkasnya.
Karena kenaikan honor guru ngaji, terus menjadi polemik. Maka pemerintah Bondowoso mengambil langkah, meski harus menangguhkan pembangunan jembatan kaca yang rencanannya akan dibangun di tempat Wisata Solor. [har]

Tags: