Merindukan Keteladanan

Mengapa di zaman sekarang ini tidak ada lagi keteladanan dalam diri siswa dan guru? Banyaknya fenomena yang muncul dan sering terjadi terhadap adanya kekerasan guru terhadap siswa. Tentu banyak argumen dari tokoh publik dan tokoh masyarakat, sebab keteladanan guru menjadi peran utama siswa menjadi pribadi yang lebih baik. Keteladanan yang dimaksud disini adalah keteladanan yang kita mimpikan dalam dunia pendidikan, yakni keteladana dan karakter yang membentuk jati diri guru dan siswa yang realitanya masih saja negatif. Keteladanan yang menjadi idaman bagi seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia. Pendidik Indonesia yang diidamkan, pendidik Indonesia yang menjadi contoh generasi penerus bangsa.
Keteladanan pendidik terutama di Indonesia adalah riwayat perubahan sekaligus kehilangan jati diri pendidik. Beberapa tahun terakhir kekerasan terhadap siswa marak terjadi khususnya di Indonesia. Bersamaan dengan itu, moral dan perilaku guru kini mulai menjadi perhatian khusus oleh semua kalangan. Dunia pendidikan yang seharusnya berjalan dengan baik tanpa ada kekerasan, namun nyatanya dengan adanya ini dunia pendidikan turut prihatin. Begitu keras kehidupan sekarang menjadikan moral dan perilaku yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang guru terhadap siswa justru kini banyak terjadi, bahkan tidak hanya satu, dua kejadian.
Keteladanan merupakan perilaku sesorang yang dijadikan sebagai contoh bagi orang yang mengetahui atau melihatnya. Keteladanan guru sangat penting dan sangat berpengaruh bagi siswa karena guru menjadi panutan bagi mereka ketika di sekolah bahkan siswa akan mengingattnya ketika ia tidak lagi berada di sekolah.
Demikian maka kebebasan akan kekerasan kehilangan daya jati dirinya, tentang negara Indonesia yang aman, tentang tanah air yang diinginkan damai, tentang negara yang dicita-citakan, tentang tumpah darah yang dirindukan. Demikianlah keadaan dunia pendidikan kita sekarang, corak yang berbeda dengan corak yang sebelumnya. Yaitu corak yang lebih terpanggil untuk menyikapi kenyataan yang memprihatinkan dibanding untuk mengimajinasikan pendidikan di Indonesia yang dimimpikan.

Ella Subekti
Mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Rate this article!
Merindukan Keteladanan,5 / 5 ( 1votes )
Tags: